Fenomena Fatherless Perspektif Al Qur’an (Analisis Wacana Para Nabi dalam Mendidik Anak)

Authors

  • Aidal Jinani Farba Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia
  • Syamsu Syauqani Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia
  • Abdul Rasyid Ridho Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33394/jtni.v12i1.19452

Keywords:

Fatherless, Qur'anic Role of Fathers, Prophets’ Stories, Peran Ayah Dalam Alguran, Kisah Para Nabi

Abstract

Abstract: The objectives of this research were to examine the fatherless p enomenon in the context of Muslim society, and to analyze the discourse of father’ roles in the Prophets’ stories in the Qur'an. This research used a qualitative approach in the form of library research with a thematic (maudhu‘i) interpretation method combined with discourse analysis. The primary data sources were from the Qur'an and classical and contemporary tafsir books, while the secondary sources were obtained from relevant  books  and  scientific  articles.  The  data  analysis  was  conducted descriptively and analytically to understand the construction of discourse on fatherhood in the Qur'an and its relevance to current social realities. The results of this research showed that the fatherless phenomenon in Muslim societies appeared in three main forms, namely physical, emotional, and functional forms, which were influenced by factors such as divorce, economic pressure, patriarchal culture, and low levels of parenting literacy. The Qur'an, through the stories of Prophet Ibrahim, Prophet Ya'quband Prophet Nuh, described the role of the father as a spiritual leader, educator  of  faith,  moral  guide,  emotional  protector, and  loving  dialogical communicator.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena fatherless dalam konteks masyarakat Muslim, serta menganalisis wacana peran ayah dalam kisah para Nabi di dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan (library research) dengan metode Tafsīr tematik (maudhu‘i) yang dipadukan dengan analisis wacana. Sumber data primer berasal dari al-Qur’an dan kitab-kitab Tafsīr klasik maupun kontemporer, sedangkan sumber sekunder diperoleh dari buku serta artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk memahami konstruksi wacana pengasuhan ayah dalam al-Qur’an dan relevansinya dengan realitas sosial saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena fatherless dalam masyarakat Muslim muncul dalam tiga bentuk utama, yaitu fatherless fisik, emosional, dan fungsional, yang dipengaruhi oleh faktor perceraian, tekanan ekonomi, budaya patriarki, serta rendahnya literasi parenting ayah. Al-Qur’an melalui kisah Nabi Ibrahim, Nabi Ya‘qub dan  Nabi Nūḥ menggambarkan peran ayah sebagai pemimpin spiritual, pendidik iman, pembimbing moral, pelindung emosional, dan komunikator dialogis yang penuh kasih sayang.

References

Abuddin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Gaya Media Pratama, 2005, . 150.

Aini, L. N. (2024). Peran UNFPA dan UNICEF dalam pemeNūḥan dan peningkatan kesehatan seksual reproduksi perempuan dan anak perempuan di Indonesia. Skripsi.

Ajat Rukajat, Pendekatan Penelitian Kualitatif (Yogyakarta Deepublish, 2018), 4.

Al-Asqalani, I. H. (2008). Fathul Baari syarah Shahih Al-Bukhārī (Jilid 3). Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

Ali, A. M. (2025). Nilai-nilai pendidikan ibadah dalam keluarga (Kajian QS. Luqmān ayat 13–14). Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 2(1), 1–17.

Annisa Rahmadhani et al., Fatherless Generation: Mengungkap Dampak Kehilangan Peran Ayah Terhadap Psikologis Anak Dalam Kaca Mata Islam, Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam 7, no. 2 (December 20, 2024): 128–46, https://doi.org/10.58518/darajat.v7i2.3017.

Badan Pusat Statistik. (2025). Jumlah perceraian menurut provinsi dan faktor penyebab perceraian tahun 2024. Jakarta: BPS.

Badan Pusat Statistik. (2025, February 14). Jumlah perceraian menurut provinsi dan faktor penyebab perceraian tahun 2024.

BKKBN & Komnas PA. (2024). Data fenomena fatherlessness di Indonesia. Jakarta.

Bustamar, & Dalil, F. Y. M. (2020). Kronologis kisah Nabi Adam AS dalam Tafsīr Ibn Kathīr. Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya, 2(1), 60–75.

Dadan Rusmana, Metode Penelitian Al-Qur’an dan Tafsīr (Bandung: Pustaka Setia, 2015) , 29.

Gitta Citra Wedhayanti, Peran Ayah (Fathering) Dalam Penngasuhan, Daiwi Widya 11, no. 1 (August 23, 2024): 80–91, https://doi.org/10.37637/dw.v11i1.2016.

Hensel, Robert M. lebih dari penampilannya. Masa Depan Berkelanjutan: Langkah Kecil Menuju SDGS (2025): 138.

Ibn Kathīr, A. A. I. bin U. (2002). Tafsīr al-Qur’an Al-‘Azhim (Vols. 1–8). Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah.

Ibn Kathīr. (2002). Tafsīr al-Qur’an Al-‘Azhim (Vol. 3). Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Ilahiya, N. F., Arifin, I. Z., & Tajiri, H. (2024). Kehadiran bimbingan dan konseling untuk mengatasi problematika fatherless. Journal of Current Research in Education, Psychology, and Language, 1(1), 27–34.

M. Amini, Parenting dalam Era Digital: Tantangan dan Solusi Bagi Orang Tua Muslim, Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 2 No. 1, 2017, . 67

Manggabarani, A. Isrâîliyyât Dalam Kisah Nabi Yusuf AS Perspektif Ibnu Katsîr. Diss. Institut PTIQ Jakarta, 2023.

Muhammad Mustofa, dkk, Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research), (ebook: Get Press Indonesia, 2023),70.

Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid, Prophetic Parenting: Cara Nabi Mendidik Anak, Yogyakarta: Pro-U Media, 2010, . 312.

Munfarida, Elya. "Analisis wacana kritis dalam perspektif Norman Fairclough." KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi 8.1 (2014): 1-19.

Nawawi Aulia Muhammad and Nasrulloh, Analisis Peendidikan Sikap dan Karakter Berdasarkan Surah As-Shaffat Ayat 102-107: Tafsīr Ibn Kathīr, Holistik Analisis Nexus 1, no. 11 (November 2, 2024): 1–12, https://doi.org/10.62504/nexus945.

Putri, Rizki Amalia. Pencegahan Perceraian Menurut Al-Quran (Studi Analisis Tafsīr al-Maragi dengan Pendekatan Psikologi Pernikahan). (2025).

Rahmadhani, A., et al. (2024). Fatherless generation: Mengungkap dampak kehilangan peran ayah terhadap psikologis anak dalam kaca mata Islam. Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 7(2), 128–146.

Rusdi, Muhammad. Dialog antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam QS As-Saffat (Studi Analisis Semantik). Diss. IAIN Parepare, 2024.

Sayyid Quṭb, Tafsīr Fi Zhilalil Qur'an, Di Bawah Naungan al-Qur'an, terj. As'ad Yasin dkk. (Jakarta: Gema Insani Press, 2000), . 97

Shihāb, M. Q. (2002). Tafsīr Al-Miṣbāḥ: Pesan, kesan dan keserasian al-Qur’an (Vol. 10). Jakarta: Lentera Hati.

Siti Maryam Munjiat, Pengaruh Fatherless Terhadap Karakter Anak Dalam Prespektif Islam, Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam 2, no. 1 (June 1, 2017), https://doi.org/10.24235/tarbawi.v2i1.2031.

Susiawati, Iis, Angko Wildan, and Dadan Mardani. "Studi Tekstologi pada Wacana Kritis Teun A. Van Dijk dan Robert Hodge." Jurnal Basicedu 6.4 (2022): 6665-6678.

Wendi Zarman, Ternyata Mendidik Anak Cara Rasulullah Mudah & Efektif, (Jakarta: Kawan Pustaka, 2017), 10-11.

Wibowo, Agung Setiyo, et al. Tanpa Ayah, Tanpa Arah (Fathering the Loneliest Gen): Menemukan Kembali Peran Ayah yang Hilang dalam Pola Pengasuhan Anak. Elex Media Komputindo, 2025. 87.

Downloads

Published

2026-03-15

How to Cite

Farba, A. J., Syauqani, S., & Ridho, A. R. (2026). Fenomena Fatherless Perspektif Al Qur’an (Analisis Wacana Para Nabi dalam Mendidik Anak). Transformasi : Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal, 12(1), 217–228. https://doi.org/10.33394/jtni.v12i1.19452

Issue

Section

Articles

Citation Check