Pengembangan Bahan Ajar IPAS Berbasis Ekologi Pada Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar SDN 2 Lepak Timur
DOI:
https://doi.org/10.33394/jtni.v12i1.17854Keywords:
Development Of Teaching Materials, Science And Technology, Ecology, ADDIE, Elementary School, Pengembangan Bahan Ajar, IPAS, Ekologi, Sekolah DasarAbstract
Abstract: This research aims to develop ecology-based Natural and Social Sciences (IPAS) teaching materials for fifth grade students at SDN 2 Lepak Timur. The research model used is the ADDIE development model which includes analysis, design, development, implementation and evaluation stages. The research subjects consisted of three experts (materials, media and language) and 25 fifth grade students. Data collection techniques used interviews, observation, questionnaires and documentation, while data analysis was carried out descriptively quantitatively using a Likert scale. The research results showed that the teaching materials developed received an average rating from display/media experts of 83 (very good category), material experts of 82 (good category), and language experts of 82 (good category). Student responses reached 92% in the very good category. This proves that the developed ecology-based science and science teaching materials are suitable for use in learning, able to increase students' understanding of the concept of ecosystem balance, and provide a more contextual and meaningful learning experience.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) berbasis ekologi pada siswa kelas V SDN 2 Lepak Timur. Model penelitian yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari tiga ahli (materi, media, dan bahasa) serta 25 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan skala Likert.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memperoleh penilaian rata-rata dari ahli t ampilan/media sebesar 83 (kategori sangat baik), ahli materi sebesar 82 (kategori baik), dan ahli bahasa sebesar 82 (kategori baik). Respon siswa mencapai 92% dengan kategori sangat baik. Hal ini membuktikan bahwa bahan ajar IPAS berbasis ekologi yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran, mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep keseimbangan ekosistem, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna.
References
Achmad, Fauzi. (2026). "Analisis Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Intervening Study Kasus Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Dalam Indeks LQ45 Periode 2009-2014". Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta
Akhirudin, Nur Huda & Suharjo (2006). Identifikasi Perubahan Penggunaan. Geografis. Jurnal Penelitian Sains & Teknologi. 7(2). 170 – 178. Diakses dari
Amien, A. A., & Kusumawati, H. (2024). Optimalisasi CHATGPT dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Ekologi di SMAN 4 Pamekasan. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 63-76.
Ardiansyah, V., Wardarita, R., & Utami, P. I. (2023). Pengembangan LKS dengan Macromedia Flash Pembelajaran Eksplanasi Berbasis Ekologi SMPN 3 PU.
Azwar, Saifuddin. (2014). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Darling Hammond, L., Hyler, M., & Gardner, M. (2017). Effective Teacher Professional Development. Palo Alto: Learning Policy Institute.
Depdiknas (2003) Undang-undang RI No.20 tahun 2003.tentang sistem pendidikan nasional.
Depdiknas. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Jakarta: Depdiknas 2003)
Hariyanto, B., Ita, M. Z., Wiwik, S. U., & Rindawati, R. (2022). 4D Model Learning Device Development Method of the Physical Geography Field Work Guidance Book. In MATEC Web of Conferences (Vol. 372, p. 05008). EDP Sciences.
Hidayati, N., & Suryani, N. (2020). Pengaruh desain media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(2), 145–154. http://hdl.handle.net/11617/399
Johnson, E. B. (2014). Contextual Teaching and Learning. Thousand Oaks: Corwin Press.
Lahan Kota Surakarta Tahun 1993 – 2004 Dengan Aplikasi Sistem Informasi
Mardiastuti, A. (2022, August 18). Ekologi Adalah: Pengertian, Konsep, Ruang Lingkup dan Manfaat. Detikjabar. https://www.detik.com/jabar/berita/d-6241039/ekologi-adalah-pengertian-konsep-ruang-lingkup-dan-manfaat
Mayer, R. (2014). The Cambridge Handbook of Multimedia Learning. Cambridge: Cambridge University Press.
Mesra, R. (2023). Research & Development Dalam Pendidikan. https://doi.org/10.31219/osf.io/d6wck
Nurdyasnyah, N; , Andiek, W;. (2015). Inovasi teknologi pembelajaran. Sidoarjo: Nizamia learning center.
Orr, D. (2004). Earth in Mind: On Education, Environment, and the Human Prospect. Washington DC: Island Press.
Palmer, J. (2018). Environmental Education in the 21st Century. London: Routledge.
Putra, A., & Widodo, A. (2021). Pengembangan bahan ajar berbasis lingkungan untuk meningkatkan
Ramadhan, F., Wibowo, Y., Irfan, I., & Romadhon, K. (2023). METODE SISTEMATIC LITERATUR RIVIEW UNTUK ANALISIS KESESUAIAN PENGEMBANGAN MEDIA BELAJAR PADA KURIKULUM MERDEKA. Muallimuna Jurnal Madrasah Ibtidaiyah, 8(2), 62. https://doi.org/10.31602/muallimuna.v8i2.10167
Sugiyanto. (2010). Model-Model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma Pustaka
Tilbury, D. (2015). Education for Sustainable Development. Paris: UNESCO.
Tomlinson, B. (2013). Developing Materials for Language Teaching. London: Bloomsbury.
Wahyuni, U., Rahmadoni, J., Kartika, A., & Hanim, H. (2022). The Combination of R&D and MDLC Models in WEB-Based Interactive Learning Media. Sistemasi, 11(3), 713. https://doi.org/10.32520/stmsi.v11i3.2085
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
License Term
Â
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






