Integrasi Nilai Gotong Royong Kearifan Lokal Begawe dalam Pembelajaran PKN Kelas IV SDN 1 Darmasari

Authors

  • Fathul Nurul Azmi Universitas Hamzanwadi, Indonesia
  • Rohini Universitas Hamzanwadi, Indonesia
  • Hadiatul Rodiyah Universitas Hamzanwadi, Indonesia
  • Andi Sulastri Universitas Hamzanwadi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33394/jtni.v12i1.17805

Keywords:

Integration, Local Wisdom Values, Integrasi, Nilai Gotong Royong Kearifan Lokal, PKN

Abstract

Abstract: This study aims to describe the integration of Sasak tribe local wisdom values ​​in Civics learning for fourth graders at SDN 1 Darmasari. This study used a descriptive qualitative research method with the principal, fourth grade teachers, and fourth grade students as subjects. Data collection techniques used were direct observation, interviews, and documentation to obtain the required data. The data were analyzed using data analysis techniques according to Milles and Huberman: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results show that integrating local tribal wisdom values ​​into learning is crucial, particularly in Civics (PKN) instruction, as they must understand their own culture and environment. Integrating local wisdom into students is one way to preserve Sasak culture and prevent erosion due to globalization. Local wisdom values ​​integrated into Civics (PKN) learning include mutual cooperation (gotong royong), togetherness, cooperation, and social responsibility, reflected in local traditions such as begawe (traditional customs) and daily life practices. Integration can positively impact the development of student character.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang integrasi nilai gotong royong kearifan lokal begawe dalam pembelajaran PKN kelas IV di SDN 1 Darmasari. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian kepala sekolah, guru kelas IV dan peserta didik kelas IV, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi secara lansung untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data menurut Milles and Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal suku sangat penting untuk diintegrasikan dalam pembelajaran, khususnya pada pembelajaran PKN karena mereka harus mengenal budaya dan lingkungan mereka sendiri, dengan mengintegrasikan kearifan lokal kepada peserta didik merupakan salah satu cara untuk melestarikan kebudayaan suku Sasak sehingga dapat menghindari terkikisnya budaya akibat globalisasi. Nilai-nilai kearifan lokal yang terintegrasi dalam pembelajaran PKN antara lain gotong royong, kebersamaan, kerjasama serta tanggung jawab sosial yang tercermin  dalam tradisi lokal seperti begawe dan praktik kehidupan sehari-hari. Melalui pengintegrasian dapat memberikan dampak baik dalam pembentukan karakteristik peserta didik.

References

Anggraisa, Agustin, Erika Nurlidiya, Oryza Sativa, Tsania Kholiza, and Nur Putri. n.d. “Mengintegrasikan Kearifan Lokal Dalam Kurikulum Pendidikan.”

Aswasulasikin, Aswasulasikin, Sri Pujiani, and Yul Alfian Hadi. 2020. “Penanaman Nilai Nasionalis Melalui Pembelajaran Budaya Lokal Sasak Di Sekolah Dasar.” Jurnal Didika: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar 6 (1): 63–76. https://doi.org/10.29408/didika.v6i1.2027.

Azizah, Primanisa Inayati, Happri Novriza, Setya Dhewantoro, and Asyhar Basyari. 2022. “Integrasi Kearifan Lokal Pada Pembelajaran IPS SMP Di Indonesia.” LANGGONG: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora 2 (1): 37–48. https://jurnal.fkip.unmul.ac.id/index.php/langgong.

Habibuddin. 2020. “Nilai-nilai Kearifan Lokal Suku Sasak Dalam Persekolahan Di Lombok Timur." JIPSINDO. (875), 147-154. https://doi.org/10.1016/j.jnc.2020.12578%DA.

Heri, Yunan, I Putu Sriartha, and I Nengah Suastika. 2021. “Pengembangan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Suku Sasak Sebagai Suplemen Materi Ajar Pada Mata Pelajaran IPS SMP Negeri 4 Jerowaru Kabupaten Lombok Timur.” Media Komunikasi FPIPS 20 (2): 118. https://doi.org/10.23887/mkfis.v20i2.36799.

Hijriadi Askodrina. 2022. “Penguatan Kecerdasaan Perspektif Budaya Dan Kearifan Lokal.” Al-Ihda’ : Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran 16 (1): 619–23. https://doi.org/10.55558/alihda.v16i1.52.

Istianah, Anif. 2024. “PENDIDIKAN” 24 (1): 31–40.

Kaimuddin. 2019. “Pembelajaran Kearifan Lokal.” Jurnal Pelita PAUD 1 (2): 73–80.

Pokhrel, Sakinah. 2024. “No TitleΕΛΕΝΗ.” Αγαη 15 (1): 37–48.

Sastra Atmaja, Thomy. 2024. “Internalisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.” Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan 8 (1): 171–79. https://doi.org/10.31571/jpkn.v8i1.7380.

Santosa, Sedya, and Zaenuri. 2022. “Analisis Materi Pendidikan Dan Kewarganegaraan (PKn) Di SD/MI.” Jurnal Pendidikan Dan Konseling 4: 1495–1504. https://media.neliti.com/media/publications/446795-none-b4b96896.pdf.

Sugiyono, (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta: Bandung.

Surodiana, Siti. 2020. “Peran Kearifan Lokal Suku Sasak Di Era Disrupsi Dalam Menangkal Perilaku Menyimpang Pada Kalangan Siswa Di MAN 1 Lombok Timur.” Jurnal Paedagogy 7 (3): 156. https://doi.org/10.33394/jp.v7i3.2646.

Wati, Rahmah, and Usman Alhudawi. 2023. “Profil Pelajar Pancasila Dalam Pengembangan Kreativitas Pembelajaran PPKn.” Jurnal Serunai Pancasila Dan Kewarganegaraan 12 (1): 14–23.

Wulandari, Innayah, Eko Handoyo, Arief Yulianto, Sri Sumartiningsih, and Philip X Fuchs. 2024. “Integrasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Pendidikan Karakter Siswa Di Era Globalisasi” 7 (4): 370–76.

Downloads

Published

2026-03-15

How to Cite

Azmi, F. N., Rohini, Rodiyah, H., & Sulastri, A. (2026). Integrasi Nilai Gotong Royong Kearifan Lokal Begawe dalam Pembelajaran PKN Kelas IV SDN 1 Darmasari. Transformasi : Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal, 12(1), 329–339. https://doi.org/10.33394/jtni.v12i1.17805

Issue

Section

Articles

Citation Check