Pengembangan Tes Model Teslet Berbasis Kearifan Lokal Sasak Pada Materi Geometri dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika

Authors

  • Susi Tilawati Universitas Hamzanwadi, Indonesia
  • Sri Supiyati Universitas Hamzanwadi, Indonesia
  • Nila Hayati Universitas Hamzanwadi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33394/jtni.v12i1.17308

Keywords:

Testlet, Sasak Local Wisdom, Geometry, Mathematical Literacy, Teslet, Kearifan Lokal Sasak, Geometri, Literasi Matematika

Abstract

Abstract: This study aims to develop a teslet-model test based on Sasak local wisdom in geometry material to improve students’ mathematical literacy skills. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the Borg & Gall model, which was modified into seven stages: initial data collection, planning, initial product development, limited trial, product revision, field trial, and final revision. The instrument consisted of 21 items grouped into 7 teslets, integrating Sasak cultural contexts such as traditional architecture, traditional weaving (tenun), and local arts into geometric concepts. Expert validation results showed an Aiken’s V value of 0.68125 (high category), and the instrument’s reliability reached 0.761 (high category). The item difficulty analysis indicated a proportional distribution dominated by medium-level items, while the discrimination index analysis revealed that most items fell into the good or very good categories. Field trials conducted with seventh-grade students at SMP Negeri 1 Selong demonstrated that the instrument obtained an effectiveness score of 380, categorized as moderately effective in improving mathematical literacy. This was reflected in students’ increased understanding of geometric material as well as their appreciation of local cultural values.Thus, the Sasak local-wisdom-based teslet developed in this study is not only valid, reliable, and feasible as an assessment instrument, but also contributes significantly to preserving local culture and strengthening contextual learning in schools.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan tes model teslet berbasis kearifan lokal Sasak pada materi geometri untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi tujuh tahap: pengumpulan data awal, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba terbatas, revisi produk, uji coba lapangan, serta revisi final. Instrumen berupa 21 soal yang terbagi jadi 7 teslet yang memadukan konteks budaya Sasak, seperti arsitektur tradisional, kerajinan tradisional (tenun), dan kesenian tradisional, dengan konsep geometri. Hasil validasi ahli menunjukkan nilai Aiken’s V sebesar 0,68125 (kategori tinggi), sedangkan reliabilitas instrumen mencapai 0,761 (kategori tinggi). Analisis tingkat kesukaran memperlihatkan distribusi soal yang proporsional dengan dominasi kategori sedang, sementara uji daya beda menunjukkan sebagian besar soal tergolong baik dan sangat baik. Uji coba lapangan pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Selong menunjukkan bahwa instrument memiliki skor evektifitas 380 kategori cukup efektif dalam meningkatkan literasi matematika, ditandai dengan peningkatan pemahaman siswa terhadap materi geometri sekaligus apresiasi mereka terhadap nilai budaya lokal. Dengan demikian, teslet berbasis kearifan lokal Sasak yang dikembangkan tidak hanya valid, reliabel, dan layak digunakan sebagai instrumen penilaian, tetapi juga memberikan kontribusi penting dalam pelestarian budaya lokal dan penguatan pembelajaran kontekstual di sekolah.

References

Basriannor, A., Zulkarnain, I., & Hidayanto, T. (2023). Pengembangan Soal Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal Pada Pembelajaran Matematika SMA/MA. JURMADIKTA, 3(3), 23–32.

Berliana, D., & Atikah, C. (2024). Implementasi Asesmen dalam Kurikulum Merdeka di Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Citra Pendidikan, 4(1), 1343–1332. http://jurnalilmiahcitrabakti.ac.id/jil/index.php/jcp/article/view/3125

Diana, R. F., & Fitriani, S. L. (2024). Pengembangan instrumen tes literasi matematis berbasis etnomatematika untuk siswa SD/MI. Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika Sekolah (JP2MS), 8(2), 234–241.

Hamdi, S., Suganda, I. A., & Hayati, N. (2018). Developing higher-order thinking skill (HOTS) test instrument using Lombok local cultures as contexts for junior secondary school mathematics. REiD (Research and Evaluation in Education), 4(2), 4.

Hejri, S. M., Ivan, R., & Jama, N. (2021). Assessment through a cross-cultural lens in North American higher education.

Isnaniah, I., Imamuddin, M., Charles, C., Syahrul, S., & Zulmuqim, Z. (2021). Kemampuan Literasi Matematika Siswa Berdasarkan Gender. Lattice Journal: Journal of Mathematics Education and Applied, 1(2), 131. https://doi.org/10.30983/lattice.v1i2.5088

Masfufah, R., & Afriansyah, E. A. (2021). Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa melalui Soal PISA. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 10(2), 291–300. https://doi.org/10.31980/mosharafa.v10i2.662

Maylafisa, N., Wardhani, I. S., Madura, U. T., & Inda, P. T. (2024). Asesmen formatif sebagai penilaian pembelajaran di era kurikulum merdeka. 2(11).

Nila Hayati, H., Rasyid Hardi Wirasasmita, W., Mimi Alpian, A., & Sri Supiyati, S. (2021). Pengukuran Prestasi Belajar Matematika Siswa dengan Menggunakan Tes Model Testlet ditinjau dari Status Sekolah dan Gender. Jurnal Elemen, 7(2), 366–380.

Paunno, D., Laamena, C. M., & Moma, L. (2024). Developing mathematics problems of literacy numeracy based of local wisdom context of Maluku. Jurnal Magister Pendidikan Matematika (JUMADIKA), 6(2), 59–67.

Putrawangsa, S., & Hasanah, U. (2022). Analisis Capaian Siswa Indonesia Pada PISA dan Urgensi Kurikulum Berorientasi Literasi dan Numerasi. Jurnal Studi Pendidikan dan Pembelajaran, 1(1), 1–12.

Rensiana, M. (2022). Pengembangan Instrumen Kemampuan Geometri Berbasis Etnomatematika. Repository UIN Jakarta. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/64877

Sari, D. R., Lukman, E. N., & Muharram, M. R. W. (2021). Analisis Kemampuan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Geometri pada Asesmen Kompetensi Minimum-Numerasi Sekolah Dasar. Fondatia, 5(2), 153–162. https://doi.org/10.36088/fondatia.v5i2.1387

Selepe, M. A., & Mphahlele, R. S. (2025). Ethnomathematics in Practice : Reimagining Play- based Pedagogy in Teaching Mathematics in Early Childhood Education Ethnomathematics in Practice : Reimagining Play-based Pedagogy in Teaching Mathematics in Early Childhood. African Journal of Research in Mathematics, Science and Technology Education, 29(3), 404–416. https://doi.org/10.1080/18117295.2025.2575605

Sulfayanti, N. (2023). Kajian Literatur: Faktor dan Solusi untuk Mengatasi Rendahnya Literasi Matematis Siswa. Jurnal Jendela Pendidikan, 3(04), 382–388. https://doi.org/10.57008/jjp.v3i04.590

Trinovitasari, F., Maria S., H. T., & Hidayatullah, M. M. S. (2022). Pengembangan Tes Diagnostik Menggunakan Model Teslet untuk Mengidentifikasi Kesulitan Belajar Peserta didik SMA pada Materi Momentum dan Impuls. Variabel, 5(2), 57. https://doi.org/10.26737/var.v5i2.3091

Wati, R. K., & Nurcahyo, A. (2023). Kemampuan Numerasi Siswa dalam Menyelesaikan Soal Geometri pada Asesmen Kompetensi Minimum. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 7(2), 1689–1699. https://doi.org/10.31004/cendekia.v7i2.2380

Widhiarso, W. (2018). Penggunaan Testlet dalam Pengembangan Tes Psikologi. INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental, 3(1), 44. https://doi.org/10.20473/jpkm.v3i12018.44-61

Downloads

Published

2026-03-15

How to Cite

Tilawati, S., Supiyati, S., & Hayati, N. (2026). Pengembangan Tes Model Teslet Berbasis Kearifan Lokal Sasak Pada Materi Geometri dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika . Transformasi : Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal, 12(1), 1–10. https://doi.org/10.33394/jtni.v12i1.17308

Issue

Section

Articles

Citation Check