Respon Pertumbuhan Cabai Katokkon (Capsicum Chinese Jacq) Terhadap Pemberian Ekstrak Bawang Merah

Authors

  • Givani Sapan Tandiayu Universitas Tadulako
  • Lestari M.P Alibasyah Universitas Tadulako
  • Aan Febriawan Universitas Tadulako
  • Musdalifah Nurdin Universitas Tadulako
  • Vita Indri Febriani Universitas Tadulako
  • Amalia Buntu Universitas Tadulako

DOI:

https://doi.org/10.33394/bioscientist.v13i4.19082

Keywords:

Cabai Katokkon, bawang merah, pertumbuhan

Abstract

This study aims to determine the growth response of Katokkon chili plants to the administration of shallot extract. This type of research is an experiment using a quantitative approach method carried out in the form of experiments arranged in a Completely Randomized Design (CRD). This design is carried out with a single treatment consisting of 5 treatment levels, the treatment codes to be tested are: B0: control / no treatment, B1: 7% shallot extract, B2: 14% shallot extract, B3: 21% shallot extract and B4: 28% shallot extract which treatments were repeated 3 times so that there were 15 experimental arrangements. The parameters observed were plant height, number of leaves and stem diameter. Data analysis used the ANOVA test and continued with the BNT test. The results showed that the shallot extract treatment had a significant effect on the growth of Katokkon chili plants in the parameters of plant height and number of leaves. The best treatment was obtained at a concentration of 14% and had no significant effect on stem diameter.

References

Amalia, D. R., & Ziaulhaq, W. (2022). Pelaksanaan Budidaya Cabai Rawit sebagai Kebutuhan Pangan Masyarakat. Agriculture and Environmental Analytics, 1(1), 27-36.

Asra, R., Miranti, M., & Adriadi, A. (2022). Respon pertumbuhan stek duku kumpeh dengan penambahan Rootone-F dan ekstrak bawang merah. Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi, 15(1), 24-29.

Ashar, J. R., Farhanah, A., Haris, A., Tuhuteru, S., Pangestuti, R., Utami, E. P., & Dewi, S. M. (2024). Ilmu dan Teknologi Benih. Tohar Media.

Bakhtiar, Sudirman Numba, N. H. (2024). Pengembangan Cabai Katokkon (Capsicum annum L. var. sinensis ) di Luar Habitat Aslinya. Jurnal Agrotek, 8(2), 188–194.

Bandaso, S., T., Rauf, A., Madauna, I. S., Program, M., & Fakultas, S. A. (2022). Respon Tanaman Cabai Katokkon (Capsium chinens Jacq.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik. J. Agrotekbis, 10(4), 508–520.

Dayana. (2021). Efektivitas aplikasi ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) dan umur batang bawah terhadap keberhasilan sambung pucuk tanaman mangga (Mangifera indica L.) var. Arum Manis (Skripsi, Universitas Medan Area).

Lakitan, B. (2019). Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. RajaGrafindo Persada.

Junaedi, M. N. M., Saleh, I., & Wahyuni, S. (2021). Respon pertumbuhan kacang hijau (Vigna radiata L.) pada beberapa konsentrasi dan frekuensi pemberian limbah cair tahu sebagai pupuk organik cair. Jurnal AgroSainTa: Widyaiswara Mandiri Membangun Bangsa, 5(2), 41-48.

Junaedy, A. (2018). Tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman nusa indah (Mussaenda frondosa) dengan penyungkupan dan lama perendaman zat pengatur tumbuh auksin yang dibudidayakan pada lingkungan tumbuh shading paranet. AGROVITAL: Jurnal Ilmu Pertanian, 2(1), 8-14.

Putra, S. M., Susanti, P., Amanah, D. M., Umahati, B. K., Pardali, S. J., & Santoso, D. (2017). Pengaruh biostimulan terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman tebu varietas PSJT-941. Menara Perkebunan, 85(1), 37-43.

Rugayah, R., Karyanto, A., Ermawati, E., & Suselawati, D. (2021). Pengaruh Pemberian Ekstrak Bawang Merah dan Kecambah dengan Pemberian Pupuk Cair Hayati terhadap Pertumbuhan Seedling Manggis (Garcinia mangostana L.). Agrotropika Fakultas Pertanian Unila, 20(2), 139-149.

Rukmana, R. (2018). Teknik Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif. Kanisius.

Sari, P., Intara, Y. I., & Nazari, A. P. D. (2019). Pengaruh jumlah daun dan konsentrasi Rootone-F terhadap pertumbuhan bibit jeruk nipis lemon (Citrus limon L.) asal stek pucuk. Ziraa'ah Majalah Ilmiah Pertanian, 44(3), 365-376.

Supriyanto, E. A., & Yulianto, W. (2022). Pengaruh konsentrasi zpt auksin dan panjang entres terhadap pertumbuhan bibit tanaman alpukat (Persea americana L.). Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian, 24(1).

Syamsiah, M., & Marlina, S. (2024). Respon Pertumbuhan Stek Tanaman Murbei (Morus Alba L.) terhadap Zpt Alami Ekstrak Tauge Dan Ekstrak Bawang Merah. Pro-STek, 6(1), 50-64.

Tambunan, S. B. R., N. S. Sebayang dan W. A. Pratama. (2018). Keberhasilan Stek Jambu Madu (Syzygium equaeum) dengan pemberian Zat Pengatur Tumbuh Kimiawi dan Zat Pengatur Tumbuh Alami Bawang Merah (Allium cepa L.). Jurnal Biotik, 6(1), 45-52.

Tania, R., Nurcahyani, E., Wahyuningsih, S., & Tripeni Handayani, T. (2023). Pemberian Ekstrak Bawang Merah Allium Ascalonicum L. Secara In Vitro Pada Medium Hyponex Terhadap Respon Pertumbuhan Planlet Buncis Phaseolus Vulgaris L. Bioma : Jurnal Biologi Makassar, 2(8), 104–114.

Widiastoety, D., & Nurmalinda. (2010). Pengaruh zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan tanaman hortikultura. Jurnal Hortikultura, 20(1), 1–10.

Yuliathul, M., Jalil, M., Hadianto, W.S.T. & Hasan, A. (2015). Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Bawang Merah dan MediaTanam Terhadap Pertumbuhan StekMucuna (Mucunabracteata). Jurnal Agrotek Lestari, 1(1), 47-54.

Downloads

Published

2025-12-18

How to Cite

Tandiayu, G. S., Alibasyah, L. M., Febriawan, A., Nurdin, M., Febriani, V. I., & Buntu, A. (2025). Respon Pertumbuhan Cabai Katokkon (Capsicum Chinese Jacq) Terhadap Pemberian Ekstrak Bawang Merah. Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi, 13(4), 2999–3007. https://doi.org/10.33394/bioscientist.v13i4.19082

Issue

Section

Articles