Pertumbuhan Rhizophora apiculata pada Sistem Silvofishery di Desa Simpang Tiga Jaya Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan

Authors

  • Beni Rahmad Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan
  • Delfy Lensari Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Riska Wulandari Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Ribka Harefa Yayasan Konservasi Alam Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.33394/bioscientist.v13i3.17928

Keywords:

Mangrove, tambak, riparian, propagule, rehabilitasi

Abstract

This study aims to analyze the growth of Rhizophora apiculata in the silvofishery system in Simpang Tiga Jaya Village, Tulung Selapan District, Ogan Komering Ilir Regency, South Sumatra Province. The research was conducted to compare the effects of two planting locations—pond and riparian areas—and two types of seed sources, namely propagules and natural wildings, on the growth and survival rate of Rhizophora apiculata. A quantitative experimental method was used, with observations conducted over 4 month on variables such as plant height, stem diameter, number of leaves, root length, and root weight. The results showed that seedlings originating from propagules exhibited higher growth rates and survival percentages compared to wilding seedlings. The highest survival rate was observed in treatment M2S2 (riparian location + propagules) at 76.67%, followed by M1S2 (pond location + propagules) at 72.22%. Soil analysis revealed that the pond location had higher nutrient content, thus supporting more optimal plant growth. Overall, the source of seedlings was identified as the main factor contributing to the successful rehabilitation of Rhizophora apiculata within the silvofishery system.

References

Ashari, R., Kusmana, C., & Kuncahyo, B. (2018). Evaluasi tegakan mangrove hasil rehabilitasi dengan teknik guludan. Journal of Tropical Silviculture, 9(3), 175–181. https://doi.org/10.29244/j-siltrop.9.3.175-181

Balaka, M. Y. (2022). Metode penelitian kuantitatif. Metodologi Penelitian Pendidikan Kualitatif, 1, 130.

Delvian, Ridahati, R., & Edy, B. M. S. (2017). Pertumbuhan Rhizophora stylosa pada tambak silvofishery di Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Abdimas Talenta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 79–84. https://doi.org/10.32734/abdimastalenta.v2i1.2202

Faezatiy, L., Mulyanto, D., & Nurcholis, M. (2024). Pengaruh tambak silvofishery terhadap sifat fisik tanah mangrove sebagai lahan konservasi daerah muara Sungai Bogowonto Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 11(2), 455–462. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2024.011.2.16

Fitri, R. Y., Ardian, & Isnaini. (2017). Application of vermicompost on the growth of cocoa. JOM Faperta, 4(1), 1–15.

Nirmalasari, I., Trisyan, N., & Sulestiani, A. (2019). Potensi pengembangan budidaya silvofishery di area mangrove Wonorejo Surabaya. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 16(2), 173–189.

Nurlailli, H. K. (2020). Pertumbuhan propagul mangrove dan pengaruh perbedaan genangan di persemaian Banyuurip Mangrove Center, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel]. http://digilib.uinsby.ac.id/43153/

Nopinilianti, R., Burhanuddin, B., & Anwari, M. S. (2020). Pola tanam propagul dan bibit Rhizophora stylosa Griff. pada tapak berlumpur di areal rehabilitasi mangrove Desa Mendalok. Jurnal Tengkawang, 10(1), 45–61. https://doi.org/10.26418/jt.v10i1.39237

Paruntu, C. P., Windarto, A. B., & Mamesah, M. (2016). Pesisir Desa Arakan Kecamatan Tatapaan Kabupaten Minahasa Selatan sebagai iptek bagi masyarakat. Jurnal LPPM Bidang Sains dan Teknologi, 3(2), 1–25.

Purwanti, R. (2018). Pentingnya wanamina sebagai alternatif untuk memelihara tambak di daerah pesisir Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Info Teknis Eboni, 15(2), 121–133.

Suwignyo, R. A., Parto, Y., Munandar, Sarno, & Hikmawan, B. (2019). Pertumbuhan awal dan kemampuan adaptasi dua jenis mangrove di muara Sungai Musi Sumatera Selatan. Jurnal Agria, 5(2), 20.

Turisno, B. E., Suharto, R., & Priyono, E. A. (2018). Peran serta masyarakat dan kewenangan pemerintah dalam konservasi mangrove sebagai upaya mencegah rob dan banjir serta sebagai tempat wisata. Masalah-Masalah Hukum, 47(4), 479. https://doi.org/10.14710/mmh.47.4.2018.479-497

Yenny, R. F., Zahratul, M., Dewi, F., Tri, J. H., & Adi, S. (2023). The growth response of propagules Rhizophora mucronata in soaking coconut water and applying NPK fertilizer. Jurnal Biologi Tropis, 23(2), 220–229. https://doi.org/10.29303/jbt.v23i2.6038

Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN). (2022). Pemantauan ekosistem mangrove di pesisir Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan tahun 2022: Laporan pemantauan ekosistem mangrove.

Yuniantika, S. E., Hastuti, E. D., & Saptiningsih, E. (2023). Respon pertumbuhan dan kelangsungan hidup semai bakau Rhizophora mucronata Lamk. pada komposisi media tanam yang berbeda. Buletin Anatomi dan Fisiologi, 8(2), 138–145. https://doi.org/10.14710/baf.8.2.2023.138-145

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Rahmad, B., Lensari, D., Wulandari, R., & Harefa, R. (2025). Pertumbuhan Rhizophora apiculata pada Sistem Silvofishery di Desa Simpang Tiga Jaya Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi, 13(3), 2476–2491. https://doi.org/10.33394/bioscientist.v13i3.17928

Issue

Section

Articles