Efektivitas Metode Penanaman dan Asal Bibit Terhadap Pertumbuhan Bruguiera sexangula pada Sistem Silvofishery
DOI:
https://doi.org/10.33394/bioscientist.v13i3.17926Keywords:
Mangrove, rehabilitasi, riparian, propagule, tambakAbstract
This study was conducted to compare the effectiveness of two planting locations (pond and riverside zone) and two seedling sources (propagule and naturally sourced seedlings) on the growth of the mangrove species Bruguiera sexangula, which is not endemic to the study site. The research employed a quantitative experimental method. The results of this study show that the source of propagule-derived seedlings has a very significant effect on plant growth. Statistically, propagule-derived seedlings produced significantly better growth in all parameters (height, diameter, number of leaves, and root length) compared to naturally sourced seedlings. Meanwhile, the factors of planting location (pond and riverside zone) and treatment combination did not show statistically significant differences. Although descriptively the riverside zone location gave better results in some parameters, the differences were not strong enough to prove that certain locations or treatment combinations were superior to others. The conclusion of this study confirms that in mangrove rehabilitation efforts in non-endemic areas, the selection of seedling propagule sources is an important factor in achieving successful growth.
References
Akbar, R., Siroj, R. A., Win Afgani, M., & Weriana. (2022). Experimental research dalam metodologi pendidikan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(9).
Ashari, R., Kusmana, C., & Kuncahyo, B. (2018). Evaluasi tegakan mangrove hasil rehabilitasi dengan teknik guludan. Journal of Tropical Silviculture, 9(3), 175–181. https://doi.org/10.29244/j-siltrop.9.3.175-181
Azizah. (2011). Propagul mangrove. http://ilmu/propagul/mangrove/bentuk-bentukpropagul/html (Diakses 3 September 2025, pukul 09.00 WIB).
Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Komering Ilir. (2024). Kecamatan Tulung Selapan dalam angka (Vol. 14).
Devnita, H., & Rosana. (2014). Effects of steel slag and bokashi of rice husk on physical properties of andisols. Agrologia, 3(1), 1–9.
Dian, M. I., Rusdiana, O., & Andi, R. (2014). Pertumbuhan bakau minyak (Rhizophora apiculata) di persemaian mangrove Desa Muara Teluk Naga, Tangerang, Banten. Bonorowo Wetlands, 4(2), 108–116. https://doi.org/10.13057/bonorowo/w040204
Eddy, S., Iskandar, I., Ridho, M. R., & Mulyana, A. (2019). Restorasi hutan mangrove terdegradasi berbasis masyarakat lokal. Indobiosains, 1(1), 1–13.
Karim, F. M., Haruna, M. F., & Samaduri, A. (2023). Identifikasi tumbuhan mangrove di kawasan pesisir Pantai Desa Pakowa Bunta Kecamatan Nuhon Kabupaten Banggai. Jurnal Biologi Babasal, 2(1), 42–55.
Fitri, R. Y., Ardian, & Isnaini. (2017). Application of vermicompost on the growth of cocoa. Jom Faperta, 4(1), 1–15.
Gamelasari, E., Asfaruddin, A., & Prihanani, P. (2023). Pengaruh media tanam dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit bakau minyak (Rhizophora apiculata). Jurnal Agroqua, 21(2), 367–376. https://doi.org/10.32663/ja.v
Ilman, M., Dargusch, P., & Dart, P. (2016). A historical analysis of the drivers of loss and degradation of Indonesia’s mangroves. Land Use Policy, 54(2), 448–459.
Kariada, N., & Irsadi, A. (2014). Peranan mangrove sebagai biofilter pencemaran air wilayah tambak bandeng Tapak, Semarang. Manusia dan Lingkungan, 21(2), 188–194.
Krauss, K. W., & Allen, J. A. (2003). Influences of salinity and shade on seedling photosynthesis and growth of two mangrove species, Rhizophora mangle and Bruguiera sexangula, introduced to Hawaii. Elsevier, 77(4), 311–324.
Kusmana, C., Istomo, Wibowo, C., Siregar, I. Z., Tiryana, T., & Sukardjo, S. (2019). Manual silvikultur mangrove di Indonesia (Oktober ed.).
Nasser, A. G., & Marlina, N. (2020). Rancangan percobaan: Dasar-dasar teori dan aplikasi (Edisi ke-2). Tunas Gemilang Press.
Nopinilianti, R., Burhanuddin, B., & Anwari, M. S. (2020). Pola tanam propagul dan bibit Rhizophora stylosa Griff. pada tapak berlumpur di areal rehabilitasi mangrove Desa Mendalok. Jurnal Tengkawang, 10(1), 45–61. https://doi.org/10.26418/jt.v10i1.39237
Nugroho, G. A., Hidayat, M. T., Albarki, G. K., Natajaya, A., & Kurniawan, S. (2025). Peningkatan efisiensi penggunaan boron dalam optimasi produksi jagung manis di lahan kering. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 12(1), 171–181. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2025.012.1.17
Nurlailli, H. K. (2020). Pertumbuhan propagul mangrove dan pengaruh perbedaan genangan di persemaian Banyuurip Mangrove Center, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel]. http://digilib.uinsby.ac.id/43153
Pangestika, L., & Burhanuddin. (2018). Pertumbuhan propagul bakau (Rhizophora apiculata BL) dengan perbedaan jenis air siraman dan media tanam di persemaian PT. Bina Ovivipari Semesta. Jurnal Hutan Lestari, 6(4), 752–758.
Plantamour. (2021). Bruguiera sexangula. Plantamour.
Ponisri, P., Farida, A., & Nanlohy, L. H. (2022). Pelatihan pembuatan persemaian dan cabutan anakan alam di Kampung Kasih Kabupaten Sorong. Abdimas: Papua Journal of Community Service, 4(1), 51–57. https://doi.org/10.33506/pjcs.v4i1.1546
Pradipta, N. (2016). Studi kandungan nitrogen (N) dan fosfor (P) pada sedimen mangrove di wilayah ekowisata Wonorejo Surabaya dan pesisir Jenu Kabupaten Tuban [Skripsi]. Universitas Airlangga.
Pribadi, R., Muhajir, A., & Hartati, R. (2014). Pemangsaan propagul mangrove Rhizophora sp. sebagai bukti teori Dominance-Predation. Ilmu Kelautan, 19(2), 105–112.
Priyono, A. (2010). Panduan praktis rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir Indonesia. KESEMAT.
Putri, K., & Sudrajat, D. (2017). Regenerasi Shorea spp. di sumber benih KHDTK Haurbentes Kabupaten Bogor. Jurnal Pembenihan Tanaman Hutan, 5(2), 71–79.
Rizki, R., & Novi, N. (2017). Respon pertumbuhan bibit mangrove Rhizophora apiculata B1 pada media tanah topsoil. Jurnal Bioconcetta, 3(2), 41–54. https://doi.org/10.22202/bc.2017.v3i2.2769
RPJM Desa Simpang Tiga Jaya. (2022). Rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Desa Simpang Tiga Jaya Tahun 2022–2027.
RPJP Daerah. (2025). Rencana pembangunan jangka panjang daerah tahun 2025–2045.https://www.city.kawasaki.jp/500/page/0000174493.html
RPLP Tulung Selapan. (2020). Rencana penataan lingkungan pemukiman (p. 40).
Rukmana, A., Susilawati, H., & Galang. (2019). Pencatatan pH tanah otomatis. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Teknik Elektro Telekomunikasi Indonesia, 10(1), 25–32.
Rusdiana, O., Sukendero, A., & Rachmani, N. (2016). Pertumbuhan bakau kurap (Rhizophora stylosa) di persemaian mangrove Desa Muara, Kecamatan Teluk Naga, Tangerang. Jurnal Silvikultur Tropika, 1(2), 52.
Schaduw, J. N. W. (2015). Keberlanjutan pengelolaan ekosistem mangrove Pulau Mantehage, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal LPPM Bidang Sains dan Teknologi, 2, 60–70.
Siregar, B. (2017). Analisa kadar C-organik dan perbandingan C/N tanah di lahan tambak Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan. Jurnal Warta, 53, 1829–7463.
Siringoringo, & Alfaridzi, M. Y. (2024). Pengaruh integrasi teknologi pembelajaran terhadap efektivitas dan transformasi paradigma pendidikan era digital. Jurnal Yudistira: Publikasi Riset Ilmu Pendidikan dan Bahasa, 2(3), 73. https://doi.org/10.61132/yudistira.v2i3.854
Soekamto, M. H. (2015). Kajian status kesuburan tanah di lahan kakao Kampung Klain, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong. Jurnal Agroforestri, 10(3), 201–208.
Sugianto, H., Darsana, L., & Pardono, P. (2014). Penggunaan boron untuk meningkatkan pertumbuhan, hasil, dan kandungan minyak kacang tanah. Agrosains: Jurnal Penelitian Agronomi, 16(2), 29. https://doi.org/10.20961/agsjpa.v16i2
Sulistyorini, T. P., Ekyastuti, W., & Ekamawanti, H. A. (2022). Uji pertumbuhan Rhizophora stylosa dari dua sumber benih di persemaian mangrove Kelurahan Setapuk Besar, Singkawang. Jurnal Hutan Lestari, 10(1), 46–53.
Suryani, I. (2014). Kapasitas tukar kation (KTK) berbagai kedalaman tanah pada areal konversi lahan hutan. Jurnal Agrisistem, 10(2), 99–106.
Suwignyo, R. A., Parto, Y., Munandar, S., & Hikmawan, B. (2019). Pertumbuhan awal dan kemampuan adaptasi dua jenis mangrove di muara Sungai Musi Sumatera Selatan. Jurnal Agria, 5(2), 20.
Trisnawati, T., Wardati, W., & Yulia, E. A. (2017). Pertumbuhan bibit mangrove (Rhizophora sp.) pada medium Hydraquent yang diberi beberapa dosis NPK. JOM Faperta, 4(2), 1–10.
Umroh, U. (2015). Penyemaian dan penanaman Rhizophora apiculata di daerah pasca penambangan timah inkonvensional (TI) di Muara Kudai Kabupaten Bangka. Kelautan, 8(1), 19–25. http://journal.trunojoyo.ac.id/jurnalkelautan
Yenny, R. F., Zahratul, D., Dewi, F., Tri, J. H., & Adi, S. (2023). The growth response of propagules Rhizophora mucronata in soaking coconut water and applying NPK fertilizer. Jurnal Biologi Tropis, 23(2), 220–229. https://doi.org/10.29303/jbt.v23i2.6038
Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKANa). (2022). Pendugaan cadangan karbon di area pesisir Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.
Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKANb). (2022). Pemantauan ekosistem mangrove di pesisir Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan Tahun 2022: Laporan pemantauan ekosistem mangrove.
Yuniantika, S. E., Hastuti, E. D., & Saptiningsih, E. (2023). Respon pertumbuhan dan kelangsungan hidup semai bakau Rhizophora mucronata Lamk. pada komposisi media tanam yang berbeda. Buletin Anatomi dan Fisiologi, 8(2), 138–145. https://doi.org/10.14710/baf.8.2.2023.138-145
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Delfy Lensari, Beni Rahmad, Helen Sapni Mahena, Ribka Harefa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









