Uji Preferensi Konsumen Terhadap Karakteristik Organoleptik Minuman Sari Kacang Bogor (Vigna subterranea (L) Verdc.)
DOI:
https://doi.org/10.33394/bioscientist.v13i2.15450Keywords:
Minuman, mutu organoleptik, proksimat, sari kacang BogorAbstract
This study aims to determine the effect of the ratio of the amount of water on consumer preference on the sensory quality of Bogor bean juice. We employed a Completely Randomized Design (CRD) with one factor and three treatment levels, specifically the addition of 300 mL, 400 mL, and 500 mL of water to 100 grams of Bogor peanut seeds. The analysis performed in this study included sensory quality tests using descriptive methods, consumer acceptance tests with hedonic methods, and chemical quality assessments through proximate analysis of selected Bogor peanut juice drinks. The addition of water to Bogor peanut juice drinks affects consumer preferences regarding color and viscosity, but does not impact their preferences for aroma, taste, or overall assessment. According to the consumer preference tests, the most favored product was the Bogor peanut juice drink made with 400 mL of water. This drink contained 90.45% water, 0.23% ash, 0.21% protein, 1.15% fat, and 8.07% carbohydrates, resulting in an energy value of 43.45 kcal per 100 grams of drink. Bogor peanut juice is being developed as a milk substitute for consumers who are lactose intolerant.
References
Alozie, Y.E., & Udofia, U.S. 2015. Nutritional and Sensory Properties of Almond (Prunus amygdalu Var. Dulcis) Seeds Milk. J. Dairy & Food Sciences, 10(2), 117-121.
Aminah, S., Amalia, L., & Hardianti, S. 2019. Karakteristik Kimia dan Organoleptik Snack Bar Biji Hanjeli (Coix lacryma jobi-L) dan Kacang Bogor (Vigna subterranea (L.) Verdcourt). Jurnal Agroindustri Halal, 5(2), 213-219.
Amir, Y. 2018. Daya terima susu bekatul sebagai pangan fungsional [skripsi]. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanudin, Makassar.
Asmawati, A., Sunardi, H., & Ihromi, S. 2019. Kajian Presentase Penambahan Gula Terhadap Komponen Mutu Sirup Buah Naga Merah. Jurnal Agroteknologi, 5(2), 97-105.
Astuti, R.M., Palupi, N.R., Suhartono, M.T., Lioe, H.N., Kusumaningtyas, E., & Cempaka, L. 2022. Karakteristik Fisiko-Kimia Biji dan Kulit Ari Kacang Bogor Asal Jampang-Sukabumi Jawa Barat. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 33(2), 178-188.
Aydar, E.F., Tutuncu, S., & Ozcelik, B. 2020. Plant-based Milk Sustitutes: Bioactive Compounds, Conventional and Novel Processes, Bioavailability Studies, and Health Effects. Journal of Functional Foods, 70, 1-15.
Damayanti, S.S., & Murtini, E.S. 2018. Inovasi Susu Almond Dengan Substitusi Sari Kecambah Kedelai Sebagai Sumber Protein Nabati. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 6(3), 70 – 77.
Fathoni, A., Sabariman, M., & Azni, I.N. 2023. Karakteristik Mutu Sari Kacang Merah Kurma. Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan, 5(2), 42 – 52.
Hartono, A., Feladita, N., & Purnama, R.C. 2016. Penetapan Kadar Protein Kacang Tanah (Arachys hypogeia) Dengan Beberapa Perlakuan Dengan Metode Kjeldahl. Jurnal Kebidanan, 2(3), 111 – 114.
Istiqomah. 2014. Karakteristik Mutu Susu Kedelai Baluran. [Skripsi]. Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember.
Khalisa, Lubis, Y.M., & Agustina, R. 2021. Uji Organoleptik Minuman Sari Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi. L). Jurnal Pertanian, 6(4), 594 – 601.
Kurniawan, S., Fitrilia, T., & Aminullah. 2021. Profil Pasting Mutu Fisik Tepung Kacang Bambara Bogor Berdasarkan Warna Kulit Ari. Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi, 15(1), 45 – 55.
Kusnandar, F. 2022. Kimia Pangan Komponen Makro. Bumi Aksara: Jakarta.
Lamusu, D. 2018. Uji Organoleptik Jalangkote Ubi Jalar sebagai upaya Diversifikasi Pangan. Jurnal Pengolahan Pangan, 3(1), 9 – 15.
Nirmagustina, D.E., & Rani, H. 2013. Pengaruh Jenis Kedelai dan Jumlah Air terhadap Sifat Fisik, Organoleptik dan Kimia Susu Kedelai. Jurnal Teknologi Industri dan Hasil Pertanian, 18(2), 168 – 174.
Maris I. & Radiansyah, M.R, 2021. Kajian Pemanfaatan Susu Nabati Sebagai Pengganti Susu Hewani. Journal of Food Science and Technology, 1(2), 103 – 116.
Mursyid, Astawan, M., Muchtadi, D., Wresdiyati, T., Widowati, S., Bintari, S.H., & Suwarno, M. 2014. Evaluasi Nilai Gizi Protein Tepung Tempe yang Terbuat dari Varietas Kedelai Impor dan Lokal. Jurnal Pangan, 23(1), 33 – 42.
Picauly, P., Talahtu, J., & Mailoa M. 2015. Pengaruh Penambahan Air pada Pengolahan Susu Kedelai. Jurnal Teknologi Pertanian, 4(1), 8 – 13.
Pitaloka, D.A. 2023. Aktivitas Antioksidan dan Sifat Organoleptik Sari Kacang Merah dengan Penambahan Kurma dan Almond sebagai Alternatif Minuman Fungsional Penderita Hiperkolesterolmia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(2), 1025 – 10216.
Puspa, M., Asfar, M., & Zainal. 2023. Karakterisasi Organoleptik dan Sifat Kimia Minuman Sari Jagung Manis (Zea mays saccharata L.) Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.). Jurnal Teknologi Pertanian, 16(1), 55 – 67.
Putra, R.T., Al-Barri, A.N., & Hintono, A. 2024. Pengaruh Penambahan Garam Terhadap Off Flavour pada Susu Edamame (Glycine max. L). Jurnal Teknologi Pangan, 8(1), 18 – 21.
Sarastani, D., Fardiaz, D., Suhartono, M.T., Lioe, H.N. & Purwanti, N. 2020. Effect of Heating Temperature and Time on The Formation of 11S Globulin Nanofibril From Bogor Nut (Vigna subterranea (L.) Verdc.) for Food Ingredients. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 443, 012078.
Sarastani, D. 2021. Pembentukan Fibril Amiloid dari Isolat Protein, Globulin 7S dan 11S Kacang Bogor (Vigna subterranea (L.) Verdc.). [disertasi]. Sekolah Pascasarjana. IPB University. Bogor.
Sarastani, D. 2024a. Strategi Peningkatan Manfaat Keberadaan Kacang Bogor di Pasar Komersial. Jurnal Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika, 6(1), 820 – 825.
Sarastani, D., Anggarkasih, MG., Fatimah, AIF., & Hapsari, RD. 2024b. Poster: Peningkatan Manfaat Kacang Bogor (Vigna subterranea (L) Verdc.) Melalui Optimasi Waktu dan Suhu Pengeringan Biji terhadap Mutu Tepung Kacang untuk Memperkuat Ketahanan Pangan. Hak Cipta EC00202487580, 20 Agustus 2024
[SNI] Standar Nasional Indonesia. 1995. SNI 01-3830-1995 tentang Susu Kedelai. Standar Nasional Indonesia, Jakarta.
[SNI] Standar Nasional Indonesia. 2011. SNI 01-2346-2006_Rev.2011 tentang Petunjuk Pengujian Organoleptik dan atau Sensori. Standar Nasional Indonesia, Jakarta.
Sumarto & Radiati, A. 2016. Analisis Sifat Fisik, Sifat Organoleptik, dan Kandungan Gizi pada Produk Non-Kedelai. J. Aplikasi Tek Pangan, 5(1), 16 – 12.
Turisyawati, R. 2011. Pemanfaataan Tepung Suweg (Amorphopallus campanulatus) Sebagai Substitusi Tepung Terigu pada Pembuatan Cookies. [skripsi]. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Widyasanti, A., Silvianur, & Zain, S. 2019. Pengaruh Perlakuan Blanching dan Level Daya Pengeringan Microwave terhadap Karakteristik Tepung Kacang Bogor (Vigna subterranea (L.) Verdcourt). Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 23(1), 81 – 90.
Wikanta, D.K., Yulianto, M.E., & Hartati, I. 2010. Kajian Model Matematis Kinetika Inaktivasi Enzim Lipoksigenase untuk Produksi Tepung Biji Kecipir sebagai Tepung Komposit. Momentum, 30(2), 173 -179.
Winarno, FG. 1991. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Yuwono, S.S., & Susanto, T. 2006. Pengaruh Perbandingan Kedelai: Air Pada Proses Ekstraksi Terhadap Ekstraktabilitas Padatan, Protein, dan Kalsium Kedelai Serta Rasio Fraksi Protein 7S/11S. Jurnal Teknologi Pertanian, 7(2), 71 – 77.









