Pengaruh Penambahan Nutrient (NPK dan Pupuk Urea) terhadap Bioethanol Hasil Fermentasi Biji Alpukat (Persea americana Mill.)

Authors

  • Zakyya Septiana Putri Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu, Jalan W. R. Supratman, Kandang Limun, Bengkulu 38121
  • Aceng Ruyani Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu, Jalan W. R. Supratman, Kandang Limun, Bengkulu 38121
  • Mellyta Uliyandari Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu, Jalan W. R. Supratman, Kandang Limun, Bengkulu 38121
  • Rendy Wikrama Wardana Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu, Jalan W. R. Supratman, Kandang Limun, Bengkulu 38121
  • A. A. Sukarso Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram, Jalan Majapahit Nomor 62, Mataram, Nusa Tenggara Barat 83115

DOI:

https://doi.org/10.33394/bioscientist.v12i1.11283

Keywords:

Persea americana, Bioethanol, Fermentation, Nutrient, Saccharomyces cerevisiae.

Abstract

Bioethanol is an energy source obtained through fermentation. In bioethanol production, Persea americana seeds are used as a fermentation medium because they contain lots of carbohydrates. This research aims to determine the effect of additional nutrients (NPK and urea fertilizer) required by Saccharomyces cerevisiae by varying the nutritional variables in the form of NPK and urea fertilizer. The process of making bioethanol goes through stages: making Persea americana seed flour, hydrolysis process using 6% HCl, then fermentation process, and distillation process. This research was carried out with the addition of Nutrients in the form of NPK and Urea Fertilizer with 5 treatments, namely: A) 100% yeast (no addition of Nutrients); B) 100% NPK (4 g); C) 100% Urea Fertilizer (4 g); D) 50% NPK and 50% Urea Fertilizer (4 g NPK and 4 g Urea Fertilizer); and E) 75% NPK and 25% Urea Fertilizer (3 g NPK and 1 g Urea Fertilizer), and varying the length of fermentation time to 13, 19, and 25 days. Success parameters are assessed through the bioethanol yield produced by each treatment. The research results showed that the highest bioethanol (29.7 ± 0.47%) was composition E (NPK 75% and Urea Fertilizer 25%) with a fermentation time of 25 days.

References

Aditiya, R., Rusmarilin, H., & Limbong, L. N. (2014). Optimasi Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dengan Penambahan Ragi Roti (Saccharomyces cerevisiae) dan Lama Fermentasi VCO Pancingan. Jurnal Ilmiah dan Teknologi Pangan, 2(2), 51-57.

Andana, D. S., Jannah, H., & Safnowandi, S. (2023). Pemanfaatan Bintil Akar Kacang Tanah (Arachis hypogaea) sebagai Pupuk Biologi untuk Pertumbuhan Bibit Cabai Rawit (Capsicum frutescens) dalam Upaya Penyusunan Petunjuk Praktikum Fisiologi Tumbuhan II. Biocaster : Jurnal Kajian Biologi, 3(1), 1-10. https://doi.org/10.36312/bjkb.v3i1.145

Artini, N. P. R., & Wartana, I. G. N. A. W. (2023). The Effect of Fermentation Time on Bioethanol Production from Molasses. The Journal of Muhamadiyah Medical Laboratory Technologist, 6(6), 87-96. https://doi.org/10.30651/jmlt.v6i1.15887

Herliati., Sefaniyah., & Indri, A. (2018). Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang sebagai Bahan Baku Pembuatan Bioetanol. Jurnal Teknologi, 6(1), 1-10. https://doi.org/10.31479/jtek.v6i1.1

Hidayati, M., Sapalian, K. D., Febriana, I., & Bow, Y. (2022). Pengaruh pH dan Waktu Fermentasi Molase Menjadi Bioetanol Menggunakan Bakteri EM4. Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan, 5(1), 33-40. https://doi.org/10.46774/pptk.v5i1.394

Hikmah., Fadhillah, H. N., & Putra, M. D. (2019). Bioetanol Hasil Fermentasi Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca) dengan Variasi Ragi melalui Hidrolisis Asam Sulfat. EnviroScienteae, 15(2), 195-203. https://doi.org/10.20527/es.v15i2.6950

Kaya, E., Mailuhu, D., Kalay, A. M., Talahaturuson, A., & Hartanti, A. T. (2020). Pengaruh Pupuk Hayati dan Pupuk NPK untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) yang di Tanam pada Tanah Terinfeksi Fusarium oxysporum. Agrologia, 9(2), 81-94. https://doi.org/10.30598/ajibt.v9i2.1163

Khairiah, H., & Ridwan, M. (2021). Pengembangan Proses Pembuatan Bioetanol Generasi II dari Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 9(4), 233-240. https://doi.org/10.21776/ub.jpa.2021.009.04.5

Kusuma, G. P. A. W., Nocianitri, K. A., & Pratiwi, I. D. P. K. (2020). Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Karakteristik Fermented Rice Drink sebagai Minuman Probiotik dengan Isolat Lactobacillus sp. F213. Itepa : Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan, 9(2), 182-193. https://doi.org/10.24843/itepa.2020.v09.i02.p08

Maryana, T., Silsia, D., & Budiyanto. (2020). Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Ragi pada Produksi Bioetanol dari Ampas Tebu. Jurnal Agroindustri, 10(1), 47-56.

Oktaniya, O., Restuhadi, F., & Rahmayuni, R. (2017). Relationship Between the Level of Ethanol, Sugar Concentration Reduction and Number of Cells in Bioethanol Production From Coconut Water with Addition of NPK Fertilizer. Sagu, 16(1), 28-34.

Qomariyah, L., & Sindhuwati, C. (2023). Pengaruh Penambahan NPK dan Urea pada Pembuatan Etanol dari Air Tebu melalui Proses Fermentasi. Distilat : Jurnal Teknologi Separasi, 7(2), 82-88. https://doi.org/10.33795/distilat.v7i2.186

Rizwan, M., Diah, A. W. M., & Ratman, R. (2018). Pengaruh Konsentrasi Ragi Tape (Saccharomyces cerevisiae) terhadap Kadar Bioetanol pada Proses Fermentasi Biji Alpukat (Persea americana Mill). Jurnal Akademika Kimia, 7(4), 173-189. https://doi.org/10.22487/j24775185.2018.v7.i4.11940

Ruyani, A., Parlindungan, D., Rozi, Z. F., Samitra, D., & Karyadi, B (2018). Implementation Effort of Informal Science Education in Bengkulu, Indonesia: A Small Learning Center for Life Sciences. International Journal of Environmental & Science Education, 13(9), 747-759.

Sukaryo., & Subekti, S. (2017). Bioetanol dari Limbah Biji Alpokat di Kabupaten Semarang. Jurnal NEO Teknika, 3(1), 29-34. https://doi.org/10.37760/neoteknika.v3i1.1049

Suryani, Y., Hernaman, I., & Ningsih, N. (2017). Pengaruh Penambahan Urea dan Sulfur pada Limbah Padat Bioetanol yang Difermentasi EM-4 terhadap Kandungan Protein dan Serat Kasar. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 5(1), 13-17. https://doi.org/10.23960/jipt.v5i1.p13-17

Susmanto, P., Yandriani., Dania, B., & Ellen. (2020). Pengaruh Jenis Nutrient dan Waktu terhadap Efisiensi Substrat dan Kinetika Reaksi Fermentasi dalam Produksi Bioetanol Berbahan Baku Biji Durian. Jurnal Integrasi Proses, 9(2), 1-8. https://doi.org/10.36055/jip.v9i2.8056

Downloads

Published

2024-06-30

How to Cite

Putri, Z. S., Ruyani, A., Uliyandari, M., Wardana, R. W., & Sukarso, A. A. (2024). Pengaruh Penambahan Nutrient (NPK dan Pupuk Urea) terhadap Bioethanol Hasil Fermentasi Biji Alpukat (Persea americana Mill.). Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi, 12(1), 662–670. https://doi.org/10.33394/bioscientist.v12i1.11283

Issue

Section

Articles