PENGARUH TEKNIK IDENTIFIKASI PIKIRAN NEGATIF TERHADAP KECEMASAN SOSIAL PADA SISWA SMAN 1 KERUAK
DOI:
https://doi.org/10.33394/realita.v11i1.19988Keywords:
Kecemasan Sosial; Identifikasi Pikiran Negatif;Abstract
Permasalahan tingginya kecemasan sosial yang dialami siswa kelas XI di SMAN 1 Keruak membut turunnya nilai kepercayaan diri siswa, kecemasan sosial tersebut muncul karena siswa sering kali memiliki pola pikir negatif, seperti merasa selalu dinilai, takut dipermalukan, dan khawatir berlebihan dalam menghadapi situasi sosial. Hal ini menyebabkan siswa kurang percaya diri, sulit berinteraksi dengan teman sebaya, dan terhambat dalam mengikuti proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik identifikasi pikiran negatif terhadap kecemasan sosial pada siswa. Metode penelitian menggunakan teknik pengumpulan data melalui angket yang diberikan dalam bentuk pretes dan postes. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji-t. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai t-hitung sebesar 8,090 yang lebih besar daripada t- tabel sebesar 1,860 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan (db) = 8. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, sehingga terdapat pengaruh signifikan teknik identifikasi pikiran negatif terhadap kecemasan sosial siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan perlakuan, siswa mengalami penurunan kecemasan sosial pada beberapa indikator, antara lain situasi sosial, perasaan khawatir, merasa dievaluasi, rasa takut dihakimi, dan rasa takut dipermalukan. Siswa menjadi lebih mampu mengenali dan mengganti pikiran irasional dengan pikiran yang lebih rasional, sehingga mereka lebih percaya diri dan tenang dalam menghadapi interaksi sosial maupun kegiatan belajar di sekolah. Dengan demikian, teknik identifikasi pikiran negatif terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan sosial pada siswa kelas XI SMAN 1 Keruak.
References
Aaron, T. B. (1976). Cognitive therapy and the emotional disorders. New York: Penguin Books.
Alden, L. E., & Wallace, S. T. (1995). Social phobia and social appraisal in successful and unsuccessful social interactions. Behaviour Research and Therapy, 33, 497- 506
American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed., text revision). Washington, DC: American Psychiatric Publishing.
Ardiansyah, M., & Marlina, R. (2020). Efektivitas teknik identifikasi pikiran negatif dalam mengurangi kecemasan sosial pada remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan, 12(1), 55–68.
Beck, J. S., & Haigh, E. A. P. (2019). Cognitive therapy: Basics and beyond (3rd ed.). New York: Guilford Press.
Clark, D. M., & Wells, A. (2020). A cognitive model of social phobia. In R. Heimberg et al. (Eds.), Social phobia: Diagnosis, assessment, and treatment (pp. 69–93). New York: Guilford Press.
Fatimah, S., dan Lestari, N. (2022). Pelatihan berpikir rasional untuk mengurangi kecemasan sosial siswa SMA. Jurnal Intervensi Psikologi, 7(2), 123–135.
Hasanah, L., dan Wibowo, A. (2021). Hubungan antara frekuensi pikiran negatif dan tingkat kecemasan sosial pada remaja. Jurnal Psikologi Remaja, 6(1), 33–44. ttps://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=jurnal+hubunga n+pikiran+negatif+dan+tingkat+kecemasan+sosial+pada+remaja&btnG=#d=gs_qabs&t=1749564413699&u=%23p%3DitljErxKYwMJ
Heimberg, R. G. (1996). Social phobia, avoidant personality disorder, and the multiaxial conceptualization of interpersonal anxiety. In P. Salkovskis (Ed.), Trends in cognitive and behavioural therapies (Vol. 1, pp. 43-62).
Heimberg, R.G., Hofmann, S.G., Liebowitz, M.R., Schneier, F.R., Smits, J.A., Stein, M.B., Hinton, D.E., & Craske, M.G. (2014). Social anxiety disorder in DSM-5. Depression and Anxiety, 31(6), 472-479.
Leahy, Robert L. (2009). Chapter 1, Introduction: Fundamentals of Cognitive Therapy. NYC: Cornell University Medical College and The American Institute for Cognitive Therapy. Diakses 20 Oktober 2009.
Leary, M. R., Kowalski, R. M., & Campbell, C. D. (1988). Self-presentational concerns and social anxiety: The role of generalized impression expectancies. Journal of Research in Personality, 22, 308-321. http://www.352express.com/wpm/files/40/arosnon02INTRO-2.pdf
Mahmud, A. (2011). Metode penelitian pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia Matthews, Gerald & Wells, Adrian (1988). Relationships between anxiety, self-consciousness, and cognitive failure. Cognition and Emotion 2 (2):123-132.
Nugraheni, A. P. (2010). Hubungan antara Pola Pikir Negatif dan Kecemasan Berbicara didepan Umum pada Mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Yogyakarta: Skripsi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.
Oktavia, N., Nurhalimah, H., Alam, I., Adi, P., Arunita, Y., Hidayati, N. O., Kharisma, P. A., & Arunita, Y. (2022). Kecemasan remaja selama pandemi COVID-19. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 5(2), 329–336.
Padesky, C. A. (1993). Socratic Questioning: Changing Minds or Guiding Discovery. in A keynote address delivered at the European Congress of Behavioural and Cognitive Therapies, London. 24.Psychological Bulletin, 92, 641-669.
Rachman, S. (2021). Anxiety (4th ed.). Hove: Psychology Press.
Schlenker, B. R., & Leary, M. R. (1982). Social anxiety and self-presentation: A conceptualization and model.
Stein, M. B., & Kennedy, C. (2001). Major depressive and post-traumatic stress disorder comorbidity in female victims of intimate partner violence. Journal of Affective Disorders, 133-138.
Stein, M. B., & Kennedy, C. (2001). Major depressive and post-traumatic stress disorder comorbidity in female victims of intimate partner violence. Journal of Affective Disorders, 133-138.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2015). Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Skala pengukuran dan analisis data. Bandung: Alfabeta.
Turner, S. M., & Beidel, D. C. (1989). Social phobia: Clinical syndrome, diagnosis, and comorbidity. Clinical Psychology Review, 9, 3–18.










