HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL REMAJA PESANTREN DI KECAMATAN PEUSANGAN

Authors

  • Leni Faradisa Bimbingan dan Konseling, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Aceh, Indonesia
  • Martunis Bimbingan dan Konseling, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Aceh, Indonesia
  • Evi Rahmiyati Bimbingan dan Konseling, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Aceh, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33394/realita.v11i1.19946

Keywords:

Dukungan Sosial Teman Sebaya, Penyesuaian Sosial, Remaja Pesantren

Abstract

Penyesuaian sosial merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki remaja dalam menjalin hubungan interpersonal serta menyesuaikan diri dengan norma dan tuntutan lingkungan sosial. Salah satu faktor yang berperan dalam membentuk penyesuaian sosial remaja adalah dukungan sosial teman sebaya, khususnya pada lingkungan pendidikan berbasis asrama seperti pesantren yang menuntut intensitas interaksi sosial yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan sosial teman sebaya, gambaran penyesuaian sosial, serta hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan penyesuaian sosial remaja pesantren di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 160 remaja pesantren yang diperoleh melalui teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala psikologis empat pilihan jawaban. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat dukungan sosial teman sebaya remaja pesantren berada pada kategori tinggi sebesar 60,63 % yang berada pada kategori tinggi. Penyesuaian sosial remaja pesantren juga berada pada kategori tinggi 44,38%. dan sangat tinggi 39,38%. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara dukungan sosial teman sebaya dan penyesuaian sosial remaja pesantren, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,641 dan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima remaja dari teman sebaya, maka semakin baik pula kemampuan penyesuaian sosial yang dimiliki.

References

Ary, D., Andayani, B., & Sawitri, D. R. (2014). Psikologi sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Ashifa, M. (2024). Dukungan sosial teman sebaya sebagai prediktor psychological well-being pada remaja. Acta Psychologia, 1(1).

Balaka, Yani. 2023. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Widina Bhakti Persada Bandung.

Benedikta, V. A. D. P., & Prias, H. P. T. (2025). Hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan status pencapaian identitas diri pada remaja. Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi, 5(2).

Danuri. (2019). Metodologi Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: Samudra Biru Davidoff, LL. (2004). Psikologi Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga.

Davis, M. H. (1983). Empathy: A social psychological approach. Boulder, CO: Westview Press.

Frontiers in Developmental Psychology. (2024). Adolescent close friendships and long-term well-being.

Fudyartanta. (2011). Psikologi perkembangan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Goleman, D. (1995). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ. New York: Bantam Books.

Hardani. 2020. Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu Grup.

Hendriati, A. (2006). Psikologi Perkembangan: Pendekatan Ekologi. Kaitannya dengan Konsep Diri dan Penyesuaian Diri Pada Remaja. Bandung: Aditama

Hendriyenti. (2014). Pelaksanaan program boarding school dalam pembinaan moral siswa di SMA Taruna Indonesia Palembang. TA DIB, XIX(02), 203- 226.

Hilman. (2002). Kemandirian Siswa Yang Tinggal Di Penti Asuhan Di Tinjau Dari Persepsi Pelayanan Sosial Dan Dukungan Sosial. Tesisi. Universitas Gadjah Mada.

Harahap, W.M. Hubungan peer attachment dengan penyesuaian sosial pada siswa mas darul ihsan aceh besar. Skripsi. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

Hurlock, E.B. (2011). Psikologi Perkembangan Suatu pendekatan rentang kehidupan. In Jakarta: Erlangga.

Jahja, Y. (2011). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Prenadamedia Group Kartono, K. (1992). Patologi sosial 2: Kenakalan remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

Kusdiyati, S., Halimah, L., & Faisaluddin. (2011). Penyesuaian diri di lingkungan sekolah pada siswa Kelas XI SMA Pasundan 2 Bandung. Jurnal Psikologi Humanitas, VIII(2), 172-194 ISSN: 1693-7236

Lazarus, R. 1976. Pattern of Adjustment 3rd Edition. New York: Mc Graw Hill Book Company.

Maharani, D. S., Nasichah, N., Hanifa, A., & Hilalludin, M. H. (2023). Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan penyesuaian diri pada remaja. Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 2(2).

Mawaddah, Az. 2014. Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Diri Remaja. Banda Aceh. Skripsi

Maslihah, S. 2011. Studi Tentang Hubungan Dukungan Sosial, Penyesuaian Sosial di lingkungan sekolah dan Prestasi Akademik Siswa SMPIT Assyifa Boarding School. Jurnal Psikologi, V.10.2:103-114.

Meichiati, S. (1983). Kesehatan Mental Dasar-dasar Praktis Bagi Pengetahuan. dan Kehidupan Bersama. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Mufidha, A. (2024). Dukungan sosial teman sebaya sebagai prediktor psychological well-being remaja. Acta Psychologia, 1(1).

Namira, A. S., & Nadhirotul, L. (2025). Peers as a bridge to adaptation: Peer interaction and social adjustment in Islamic boarding school. Psikostudia: Jurnal Psikologi.

National Center for Biotechnology Information. (2022a). Between support and risk: The dual role of peer relationships in adolescent well-being.

Prameswari, B. V. A. D., & Purbaning Tyas, P. H. (2025). Hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan status pencapaian identitas diri pada

Downloads

Published

10-04-2026

How to Cite

Faradisa, L., Martunis, & Rahmiyati, E. (2026). HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL REMAJA PESANTREN DI KECAMATAN PEUSANGAN. Realita : Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 11(1), 243–262. https://doi.org/10.33394/realita.v11i1.19946

Citation Check