PENERAPAN RET UNTUK MENGATASI PERILAKU MENYENDIRI YANG DISEBABKAN OLEH PIKIRAN IRASIONAL

Authors

  • Tri Indah Yuli Astuti Bimbingan Konseling Islam, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Cirebon Jawa Barat, Indonesia
  • Cemara Ayu Bimbingan Konseling Islam, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Cirebon Jawa Barat, Indonesia
  • Novi Zakiah Rohmah Bimbingan Konseling Islam, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Cirebon Jawa Barat, Indonesia
  • Faradiba Dwi Rahayu Bimbingan Konseling Islam, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Cirebon Jawa Barat, Indonesia
  • Rizka Fatonah Bimbingan Konseling Islam, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Cirebon Jawa Barat, Indonesia
  • Mumtaz Afridah Bimbingan Konseling Islam, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Cirebon Jawa Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33394/realita.v11i1.18832

Keywords:

Rasional Emotif Terapi, Menarik Diri Sosial, Keyakinan Irasional

Abstract

Interaksi sosial adalah hal penting bagi kesejahteraan mental dan pembentukan identitas diri. Namun, pengalaman buruk dalam berinteraksi dengan orang lain bisa membuat seseorang menarik diri dari lingkungan sosial dan mengalami kecemasan saat berhubungan dengan orang lain, yang berupa sikap tidak aktif, menghindar dari hubungan, dan kesulitan dalam berinteraksi. Perilaku menarik diri pada mahasiswa dapat menghalangi adaptasi akademik dan sosial. Penelitian ini mencoba menemukan penyebab utama dari perilaku tersebut, yakni keyakinan yang tidak rasional yang muncul karena pengalaman kekecewaan berulang, serta mengevaluasi keefektifan intervensi berbasis terapi kognitif-perilaku untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali keyakinan tidak rasional yang mendasari kecenderungan menarik diri pada klien, serta mengevaluasi efektivitas terapi konseling individu berbasis Rational Emotive Therapy (RET) dalam mengubah cara berpikir, perasaan, serta pola perilaku sosial klien. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, wawancara mendalam dengan klien serta orang terdekat, dan dokumentasi proses konseling yang menggunakan RET, khususnya teknik disputing (menggali dan menantang keyakinan irasional) untuk membentuk pola pikir yang lebih rasional. Klien menunjukkan kecenderungan menarik diri yang kuat, didasari oleh keyakinan tidak rasional bahwa "semua orang akan mengecewakan atau menghakimi." Dengan bantuan RET, klien berhasil menantang dan mengganti keyakinan yang tidak rasional tersebut dengan cara berpikir yang lebih realistis dan adaptif, yaitu "tidak semua orang sama; saya punya kendali atas reaksi saya sendiri." Terapi Rational Emotive Therapy terbukti efektif dalam membantu perubahan kognitif secara signifikan, yang berdampak langsung pada penurunan kecemasan sosial dan peningkatan perilaku sosial yang lebih terbuka serta sehat pada klien.

References

Ginting, E. V. (2024). Mengatasi kecemasan sosial: Strategi psikologis yang efektif. Circle Archive, 1(4).

Janah, F. M. (2018). Penerapan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk menurunkan tingkat penarikan diri (withdrawal) pada siswa SMA Negeri 1 Gedeg. Jurnal BK UNESA, 8(1).

Juniandari, S., Ramadhani, S., & Hanum, F. (2023). Analisis perilaku social withdrawal pada anak usia dini di TK Kemala Bhayangkari Tanjung Morawa. Research in Early Childhood Education and Parenting, 4(1).

Kasih, A., & Hambali, A. (2013). Gambaran motivasi remaja penarikan sosial pada usia sekolah menengah pertama. Jurnal Ilmiah Psikologi, 6(2), 951–965.

Kohar, M. A., & Mujahid, I. (2017). Bimbingan dan konseling dengan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy untuk penerima manfaat. Al-Balagh: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 2(1), 111–124.

Mulyadi, Y. Y., & Liauw, F. (2020). Wadah interaksi sosial. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 2(1), 37–44.

Nugroho, A. R. (2019). Konsep creative counselling untuk mengatasi irrational belief. Jurnal Selaras, 2(1), 57–66.

Pramudia, U. H., Maulidia, C. N., & Fitriyana, A. Q. Z. (2025). Strategi menghadapi kesulitan berinteraksi pada anak introvert di lingkungan pendidikan: Pilihan antara menyendiri atau berbaur. Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 1(4), 465–471.

Prasetia, A. T., Mudjiran, M., Nirwana, H., & Karneli, Y. (2023). Rational Emotive Behavior Therapy: Sebuah kritik berdasarkan etika dan nilai. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 5(1), 5025–5033. https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i1.11793

Prasetio, T. (2023). Peluang pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy untuk mengubah irrational belief siswa. Dalam Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) (Vol. 6, hlm. 995–1004).

Rahardjo, M. (2017). Studi kasus dalam penelitian kualitatif: Konsep dan prosedurnya.

Rubin, K. H., & Burgess, K. (2001). Social withdrawal and anxiety. Dalam M. W. Vasey & M. R. Dadds (Ed.), The developmental psychopathology of anxiety (hlm. xx–xx). Oxford University Press.

Rubin, K. H., Coplan, R. J., & Bowker, J. C. (2008). Social withdrawal in childhood. Annual Review of Psychology, 59, 141–171.

Downloads

Published

10-04-2026

How to Cite

Astuti, T. I. Y., Ayu, C., Rohmah, N. Z., Rahayu, F. D., Fatonah, R., & Afridah, M. (2026). PENERAPAN RET UNTUK MENGATASI PERILAKU MENYENDIRI YANG DISEBABKAN OLEH PIKIRAN IRASIONAL. Realita : Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 11(1), 68–79. https://doi.org/10.33394/realita.v11i1.18832

Citation Check