PROFIL DAN ANALISIS KEBUTUHAN: PENGUKURAN MULTIDIMENSI PERILAKU KESANTUNAN SISWA SEBAGAI DASAR INTEGRASI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SDN 03 SEMBILAN KOTO
DOI:
https://doi.org/10.33394/realita.v11i1.18823Keywords:
Analisis Kebutuhan, Bimbingan dan Konseling Sekolah Dasar, Kesantunan Multidimensi, Pengukuran Perilaku, Profil SiswaAbstract
Pentingnya membangun landasan data yang empiris dan multidimensi untuk mendesain program Bimbingan dan Konseling (BK) yang efektif, khususnya dalam penguatan karakter kesantunan siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan profil perilaku kesantunan siswa, (2) menganalisis kebutuhan (needs assessment) berdasarkan kesenjangan yang teridentifikasi, dan (3) merumuskan rekomendasi integrasi ke dalam layanan BK. Dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian dilakukan di SDN 03 Sembilan Koto dengan melibatkan 20 siswa kelas V dan VI sebagai sampel. Data dikumpulkan menggunakan Skala Perilaku Hormat dan Kesantunan yang mengukur lima dimensi: verbal, non-verbal, perilaku, sosial, dan emosional, kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan analisis kebutuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil kesantunan siswa secara keseluruhan berada pada kategori sedang dengan pencapaian bervariasi. Dimensi kesantunan dalam perilaku memperoleh skor tertinggi, sementara dimensi kesantunan emosional dan sosial menjadi area dengan skor terendah dan teridentifikasi sebagai kebutuhan prioritas utama. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan rekomendasi integrasi yang spesifik dan kontekstual untuk dimasukkan ke dalam keempat komponen layanan BK komprehensif (layanan dasar, responsif, perencanaan individual, dan dukungan sistem). Simpulan penelitian menegaskan bahwa pendekatan berbasis pengukuran multidimensi dan analisis kebutuhan merupakan langkah krusial untuk mentransformasi layanan BK dari yang bersifat umum menjadi preskriptif dan berbasis bukti, sehingga dapat menjawab tantangan pengembangan karakter siswa secara lebih tepat sasaran.
References
Al-Qur’an al-Karim. (Tanpa Tahun). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Madinah: Mujamma’ al-Malik Fahd li Thiba’ah al-Mush-haf asy-Syarif.
Blakemore, S. J., & Mills, K. L. (2014). Is adolescence a sensitive period for sociocultural processing? Annual Review of Psychology, 65, 187–207. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-010213-115202
Cohen, J. (1988). Statistical power analysis for the behavioral sciences (2nd ed.). Lawrence Erlbaum Associates.
Dimmitt, C., Carey, J. C., & Hatch, T. (2018). Evidence-based school counseling: A student success approach. Routledge.
El Nokali, N. E., Bachman, H. J., & Votruba-Drzal, E. (2020). Within- and between-child associations between social-emotional skills and academic achievement. Journal of Applied Developmental Psychology, 71, 101212. https://doi.org/10.1016/j.appdev.2020.101212
Gottman, J. M., Katz, L. F., & Hooven, C. (1997). Meta-emotion: How families communicate emotionally. Lawrence Erlbaum Associates.
Gysbers, N. C., & Henderson, P. (2012). Developing and managing your school guidance and counseling program (5th ed.). American Counseling Association.
Hofmann, S. G., Doan, S. N., Sprung, M., Wilson, A., Ebestuani, C., Andrews, L. A., Curtiss, J., & Harris, P. L. (2021). Training children’s socio-emotional competence: A mindfulness-based intervention in elementary schools. Mindfulness, 12(7), 1688–1699. https://doi.org/10.1007/s12671-021-01633-5
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2009). Energizing learning: The instructional power of conflict. Educational Researcher, 38(1), 37–51. https://doi.org/10.3102/0013189X08330540
Jones, S. M., Barnes, S. P., Bailey, R., & Doolittle, E. J. (2018). Promoting social and emotional competencies in elementary school. The Future of Children, 28(1), 49–72. https://www.jstor.org/stable/26641546
Knell, S. M. (2011). Cognitive-behavioral play therapy. In C. E. Schaefer (Ed.), Foundations of play therapy (2nd ed., pp. 313-328). John Wiley & Sons.
Lickona, T., & Davidson, M. (2021). Smart & good high schools: Integrating excellence and ethics for success in school, work, and beyond. Center for the 4th and 5th Rs.
Matsumoto, D. (2006). Culture and nonverbal behavior. In V. Manusov & M. L. Patterson (Eds.), The Sage handbook of nonverbal communication (pp. 219–236). Sage Publications.
Nisa, K., & Asri, A. N. (2020). Implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 156–169. https://doi.org/10.21831/jpk.v10i2.33321
Ray, D. C. (2017). A therapist’s guide to child development: The extraordinarily normal years. Routledge.
Sari, Y. D. I. (2021). Peran bimbingan dan konseling dalam penguatan karakter santun peserta didik di sekolah dasar. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 4(1), 45–60.
Ting-Toomey, S. (2005). The matrix of face: An updated face-negotiation theory. In W. B. Gudykunst (Ed.), Theorizing about intercultural communication (pp. 71–92). Sage Publications.
Witkin, B. R., & Altschuld, J. W. (2012). Planning and conducting needs assessments: A practical guide. Sage Publications.
Yusuf, A. M., & Fahruddin, F. (2023). Pengembangan modul bimbingan klasikal berbasis cognitive behavioral therapy untuk meningkatkan regulasi emosi siswa. Indonesian Journal of Educational Counseling, 7(1), 1-12. https://doi.org/10.30653/001.2023.71.1-12
Zhou, Q., Wang, Y., & Deng, X. (2022). Linking teacher-student relationship quality and peer relationships to school adjustment in Chinese elementary school children: A longitudinal study. Early Childhood Research Quarterly, 60, 1-10. https://doi.org/10.1016/j.ecresq.2022.01.003










