PERKEMBANGAN IDENTITAS DAN SELF‑ESTEEM SISWA MENURUT TEORI ERIKSON

Authors

  • Anastasya Restuningsih Bimbingan dan Konseling, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia
  • Elwas Berdha Krismona Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33394/realita.v11i1.18774

Keywords:

remaja, identitas diri, self-esteem, bimbingan konseling, psikososial

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai oleh perubahan psikososial yang signifikan, termasuk terbentuknya identitas diri dan harga diri ( self-harga diri ). Remaja yang berhasil mengembangkan identitas diri yang stabil cenderung memiliki harga diri yang positif serta kemampuan untuk beradaptasi terhadap tekanan sosial dan akademik. Sebaliknya, kebingungan identitas dapat menurunkan harga diri dan menimbulkan masalah psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan identitas remaja berdasarkan teori Erikson, mengeksplorasi hubungan antara identitas dan harga diri , serta mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keduanya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah literatur akademik, artikel jurnal nasional dan internasional, serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor intrapersonal, dukungan keluarga, guru, teman sebaya, lingkungan sekolah, serta layanan bimbingan konseling memiliki peran penting dalam pembentukan identitas dan harga diri remaja. Kajian ini menekankan perlunya intervensi terstruktur dari sekolah, keluarga, dan konselor untuk mendukung perkembangan psikososial remaja secara optimal. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi konseling konseling yang efektif di sekolah, sekaligus membantu remaja menghadapi tantangan psikososial dengan lebih adaptif.

References

Alamsyah, F., & Nugroho, S. (2019). Hubungan antara dukungan teman sebaya dan self-esteem remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan, 8(2), 55–63.

Alimuddin, A., Rahmawati, D., & Putra, R. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan identitas remaja di Indonesia. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 10(1), 12–24.

Alimuddin, A., Rahmawati, D., & Putra, R. (2021). Faktor‑faktor yang memengaruhi pembentukan identitas remaja di Indonesia. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 10(1), 12–24.

American Psychiatric Association. (1994). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (4th ed.). Washington, DC: Author.

American Psychiatric Association. (1994). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (4th ed.). Washington DC: Author.

Bos, H. M. W., Sandfort, T. G. M., de Bruyn, E. H., & Vanwesenbeeck, I. (2006). Adolescents’ identity formation and self-esteem development: A longitudinal study. Journal of Youth and Adolescence, 35(5), 633–643.

Bos, H. M. W., Sandfort, T. G. M., de Bruyn, E. H., & vanwesenbeeck, I. (2006). Adolescents’ identity formation and self-esteem development: A longitudinal study. Journal of Youth and Adolescence, 35(5), 633–643.

Delima, R. (2012). Psikologi perkembangan remaja. Jakarta: Rajawali Pers.

Delima, R. (2012). Psikologi perkembangan remaja. Jakarta: Rajawali Pers

Dunkin, M. J., & Biddle, B. J. (1974). The study of teaching. New York, NY: Holt Rinehart and Winston.

Dunkin, M. J., & Biddle, B. J. (1974). The study of teaching. New York, NY: Holt Rinehart and Winston.

Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. New York, NY: W. W. Norton & Company.

Fajar, R., & Hidayat, A. (2020). Self-esteem dan kecerdasan emosional remaja di sekolah menengah atas. Jurnal Psikologi Terapan, 8(3), 75–88.

Harter, S. (2012). The construction of the self: Developmental and sociocultural foundations (2nd ed.). New York, NY: Guilford Press.

Kroger, J. (2007). Identity development: Adolescence through adulthood (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Marcia, J. E. (1980). Identity in adolescence. In J. Adelson (Ed.), Handbook of adolescent psychology (pp. 159–187). New York, NY: Wiley.

Mitchell, T. R., & Larson, J. R. (1987). People in organizations: An introduction to organizational behavior (3rd ed.). New York, NY: McGraw-Hill.

Nurhadi, T., & Sari, P. (2019). Peran guru dalam mendukung perkembangan identitas remaja. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 7(1), 12–26.

Putra, R., & Yusriani, Y. (2022). Peran dukungan sosial dalam pembentukan identitas remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan, 11(2), 45–58.

Rahman, F., & Lestari, W. (2021). Identitas diri dan pengaruh sosial media pada remaja. Jurnal Psikologi Sosial, 15(2), 88–100.

Santrock, J. W. (2018). Life-span development (17th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.

Saputra, H., & Dewi, N. (2018). Pengaruh pola asuh orang tua terhadap self-esteem remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan, 7(1), 33–45.

Steinberg, L. (2014). Age of opportunity: Lessons from the new science of adolescence. Boston, MA: Houghton Mifflin Harcourt.

Sutanti, N., Rahman, F., & Widodo, A. (2020). Pengaruh dukungan guru dan orang tua terhadap harga diri remaja di sekolah menengah. Jurnal Psikologi Indonesia, 15(3), 101–112.

Utami, R., & Wijaya, B. (2020). Hubungan antara dukungan teman sebaya dan perkembangan identitas remaja. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 9(2), 45–59.

Valkenburg, P. M., & Peter, J. (2009). Social consequences of the Internet for adolescents: A decade of research. Current Directions in Psychological Science, 18(1), 1–5.

Wardhani, T., & Prasetyo, H. (2021). Pengaruh media sosial terhadap identitas diri remaja. Jurnal Ilmu Psikologi, 13(1), 23–35.

Yulianti, D. (2018). Peran konseling sekolah dalam pembentukan identitas dan harga diri siswa SMA. Jurnal Bimbingan Konseling, 6(2), 45–58.

Downloads

Published

10-04-2026

How to Cite

Restuningsih, A., & Krismona, E. B. (2026). PERKEMBANGAN IDENTITAS DAN SELF‑ESTEEM SISWA MENURUT TEORI ERIKSON. Realita : Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 11(1), 50–56. https://doi.org/10.33394/realita.v11i1.18774

Citation Check