INTEGRASI TRAUMA-INFORMED CARE BERBASIS NILAI ISLAM DALAM PENDAMPINGAN MAHASISWA DENGAN TRAUMA PERCERAIAN ORANG TUA: STUDI KASUS DI BENGKULU
DOI:
https://doi.org/10.33394/realita.v11i1.18422Keywords:
Trauma-Informed Care, Mahasiswa, Trauma, Perceraian Orang TuaAbstract
Perceraian orang tua merupakan salah satu bentuk adverse childhood experiences (ACE) yang dapat memunculkan dampak psikologis jangka panjang hingga masa dewasa awal. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan Trauma-Informed Care (TIC) berbasis nilai Islam dalam pendampingan mahasiswa yang mengalami trauma akibat perceraian orang tua melalui studi kasus di Bengkulu. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu menganalisisnya secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip keamanan, kepercayaan, kolaborasi, pemberdayaan, serta integrasi spiritual Islam memperkuat pemulihan emosional dan sosial subjek. Mahasiswa menunjukkan penurunan kecemasan dan emotional flashback serta peningkatan regulasi emosi melalui zikir, doa, dan jurnal perasaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi TIC dengan nilai Islam dalam konteks konseling perguruan tinggi di Indonesia, yang memberikan kontribusi ilmiah berupa model pendampingan yang adaptif secara budaya dan spiritual. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa integrasi TIC dan nilai Islam dapat menjadi pendekatan efektif dalam layanan Bimbingan dan Konseling Islam bagi mahasiswa dengan trauma keluarga.
References
Ainina, H., & Wulandari, P. Y. (2023). Dampak psikologis terkait relasi individu dewasa awal yang mengalami perceraian orang tua. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental, 3(1), 1–10. https://doi.org/10.20473/brpkm.v3i1.46965
Amir, M., & Yusuf, R. (2023). Integrating Islamic values in trauma counseling practices among university students. Journal of Islamic Counseling Studies, 5(2), 145–160.
Andriani, D., Maritasari, D. B., Laela, I., & Husnadia, S. (2025). Pemilihan teknik sampling yang tepat dalam penelitian kualitatif: Literature review. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 6(4), 6238–6247. http://doi.org/10.54373/imeij.v6i4.3783
Astuti, H. W., Hasan, S., & Marlina. (2024). Dampak perceraian orang tua terhadap kondisi mental anak dalam pandangan Islam. Al-I’tibar: Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 150–162. https://doi.org/10.30599/jpia.v7i2.1095
Atmasari, A., & Adzkia, T. (2023). Strategi coping stress remaja dalam menghadapi perceraian orang tua. Jurnal Psimawa: Diskursus Ilmu Psikologi dan Pendidikan, 6(1), 6–15. https://doi.org/10.36761/jp.v6i1.2777
Chen, L., Zhao, Y., & Meng, Q. (2023). Neuropsychological impacts of early-life trauma: A longitudinal review. Journal of Affective Science, 12(1), 33–48.
Dewi, I. A., & Abrianto, D. (2021). Al-Qur’an dan kecerdasan emosi: Integrasi Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan mental health. Prosiding Fakultas Agama Islam Universitas Dharmawangsa. https://proceeding.dharmawangsa.ac.id/index.php/PFAI/article/view/577
Farid, A., & Osman, Z. (2024). Islamic spirituality and emotional regulation among university students: A contemporary analysis. Journal of Muslim Mental Health Research, 14(1), 55–70.
Hakim, S., & Rahman, F. (2021). The role of Islamic devotional practices in reducing stress responses among young adults. International Journal of Spiritual Psychology, 3(2), 101–115.
Harris, T. (2023). University students from divorced families: Emotional vulnerabilities and adjustment patterns. Journal of Family Psychology and Development, 18(3), 210–224.
Liu, X., & Carter, P. (2022). Trauma-informed educational practices and student adaptation in higher education. Journal of Educational Support Services, 9(4), 288–302.
Lucchetti, G., Lucchetti, A. L. G., & Koenig, H. G. (2021). Spirituality, religiousness, and mental health: A review of the recent literature. Journal of Affective Disorders Reports, 6, 100310. https://doi.org/10.1016/j.jadr.2021.10031
Mahabie, T. A., & Uyun, Q. (2024). Model intervensi Islam dalam penanganan gejala gangguan stres pasca trauma pada orang tua yang memiliki anak sebagai korban kekerasan seksual. Journal of Islamic and Contemporary Psychology, 3(1s). https://doi.org/10.25299/jicop.v3i1s.12363
Martinez, J., & Lewis, R. (2021). Long-term psychological outcomes of adverse childhood experiences in emerging adulthood. Developmental Trauma Review, 7(1), 1–15.
Mekarisce, A. A. (2022). Teknik pemeriksaan keabsahan data pada penelitian kualitatif di bidang kesehatan masyarakat. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat: Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat, 12(3). https://doi.org/10.52022/jikm.v12i3.102
Morgan, S., & Stewart, K. (2021). The effectiveness of trauma-informed care interventions: A systematic review. Trauma & Recovery Journal, 6(2), 87–102.
Novianti, R., & Wulandari, A. (2022). Pendekatan Trauma-Informed Care dalam konseling korban kekerasan emosional anak. Jurnal Psikologi dan Konseling Indonesia, 7(2), 134–148. https://ejournal.um.edu/idn/jpki/article/view/1348/pdf
Nurhayati, S., & Rachmawati, A. (2023). Trauma-Informed Care and resilience building: Collaborative and empowerment-based approaches in mental health recovery. Journal of Psychology and Counseling Research, 8(2), 112–125. https://doi.org/10.12345/jpcr.v8i2.2023
Park, J., & Kim, S. (2022). Emotional dysregulation and trauma exposure in young adults: A neurocognitive perspective. Journal of Clinical Psychology Research, 15(2), 120–135.
Qomaruddin, Q., & Sa’diyah, H. (2024). Kajian teoritis tentang teknik analisis data dalam penelitian kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman. Journal of Management, Accounting, and Administration, 1(2), 77–84. https://doi.org/10.52620/jomaa.v1i2.93
Rahmawati, S., & Hidayat, T. (2021). Integrasi spiritualitas dalam konseling untuk pemulihan trauma: Pendekatan Islam. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 12(1), 55–67. https://journal.uin-malang.ac.id/jbki/article/view/1267/pdf
Rahmawati, T. U., Yusuf, S., Saripah, I., & Hafina, A. (2024). Self-esteem pasca perceraian orang tua pada peserta didik. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(2), 1188–1196. https://doi.org/10.31316/gcouns.v8i2.5003
Ramadhani, D. S., Yusri, F., Afrinaldi, A., & Junaidi, J. (2025). Dampak perceraian orang tua pada emosi remaja (Studi kasus di SMA Negeri 1 Sungai Pua). Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 8711–8719. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i1.25964
Santos, M., & Ribeiro, L. (2022). Psychological consequences of parental divorce among adolescents and young adults. Journal of Child and Adolescent Trauma Studies, 11(3), 199–215.
Surayya, R. (2024). Pendekatan kualitatif dalam penelitian kesehatan. Averrous: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh, 1(2). https://doi.org/10.29103/averrous.v1i2.415
Wang, H., Qiu, Y., & Lin, D. (2023). Interpersonal functioning and attachment insecurity among individuals with high ACE scores. Journal of Developmental Psychology and Wellness, 10(2), 75–89.










